Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang pemuda melaporkan telah menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah oknum petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Rabu (1/9).

Rendi Aditya (23) menerangkan kejadian yang menimpanya di Gedung Satu Atap Pemerintahan Kota Bandar Lampung. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Rendi yang merupakan warga asal Lampung Barat ini menceritakan pada awalnya ia ingin mengganti dokumen Kartu Keluarga (KK) milik kerabatnya.

Namun, saat Rendi sedang duduk di tempat pengurusan administrasi tersebut, tenyata ada kesalahan dari penulisan nama.
“Salah dalam penulisan nama, disuruh petugas itu bawa akte kelahiran. Saya bilang contohnya udah ada tapi dia maunya akta,” jelas Rendi.
Rendi tidak ingin mengambil akta karena harus pulang lagi. Oknum petugas Disdukcapil tersebut membentak.
“Saya nggak mau, dia bentak saya. Terus dia berdiri dan saya juga langsung berdiri. Tiba-tiba dia ke sini (mengarah ke dirinya) dan nendang (menendang) saya,” lanjutnya.
Akibat tendangan tersebut ia terjatuh. Di saat itup un sejumlah oknum lainnya mendekatinya. Sehingga terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Rendi. Menurutnya, ada banyak yang menendang ke bagian kepala, pundak, dan kaki.
“Kurang tau berapa, soalnya saya ditendangin nggak liat. Tapi pokoknya banyak, sampai 20-an. Pakai baju putih semua yang ngerumuni saya,” jelasnya.
Sementara itu, Anita (25) warga Kedaton, Bandar Lampung, saksi mata yang juga merangkap sepupu korban menyaksikan insiden yang menimpa Rendi.
Bahkan, Anita juga sempat terdorong saat ia dan Rendi menuruni tangga Gedung Satu Atap tersebut.
“Kami didorong-dorong dari tangga atas sampai tangga bawah. Sampai saya mau jatuh. Tangan saya juga kebentur tangan memar, tas sampai jatuh,” ungkapnya.
Anita juga menuturkan, yang mengeroyok Rendi cukup banyak. Namun, ia tidak menghitung berapa jumlahnya. “Kayaknya sekitar 20-an. Itu laki-laki semua,” imbuhnya.
Setelah kejadian itu, lanjut Anita, ia dan Rendi diajak ke ruangan Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung Ahmad Zainuddin. Yang mana sebelumnya, Ahmad Zainuddin melerai kejadian tersebut.
“Kepala Dinas juga tadi minta maaf dan mengakui kesalahan dari tindakan pegawainya,” jelasnya.
Selain itu, Anita juga mengatakan KK yang menjadi awal pengeroyokan tersebut langsung diperintahkan Kepala Disdukcapil untuk menyelesaikan. “Jadi, KK yang mau kami ganti itu langsung dijadiin sama pihak Disdukcapil setelah kejadian pengeroyokan itu,” imbuhnya.
Atas kejadian tersebut, Rendi melaporkan ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor LP/B/1927/IX/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG /POLDA LAMPUNG.
Pantauan Lampung Geh, sejumlah petugas dari Unit Reskrim Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah TKP di Gedung Satu Atap Pemerintah Kota Bandar Lampung. (*)






















Discussion about this post