Lampung Geh, Bandar Lampung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung belum mendapati laporan mengenai siswa terpapar COVID-19 saat pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Rabu (22/9).
Simulasi PTM terbatas di Kota Bandar Lampung telah dimulai sejak 13 September 2021, yakni untuk siswa kelas IX SMP dan kelas VI SD. Setidaknya ada 52 SD dan SMP di 20 kecamatan ditunjuk untuk melaksanakan simulasi PTM terbatas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung Sukarma Wijaya menyebut, selama sepekan pelaksanaan simulasi PTM terbatas, tidak ada laporan baik dari guru ataupun orang tua, soal siswa yang terpapar COVID-19. Atas hal ini, pihaknya mengklaim pelaksanaan PTM sejauh ini berjalan kondusif dan tidak ada klaster baru.
“Alhamdulillah tidak ada klaster baru, karena belum ada laporan dari guru atau orang tua siswa atas PTM, khususnya SD dan SMP. Insya Allah kondisi anak-anak baik-baik saja,” ujar Sukarma.
Di samping itu, pihak Disdik Bandar Lampung juga melakukan evaluasi terkait pelaksanaan simulasi PTM terbatas yang sedang berlangsung. Adapun hasilnya nanti akan digunakan sebagai bahan pertimbangan ke depannya dalam menentukan kebijakan PTM.
“Kita akan lihat dulu dan berdoa agar pandemi segera berakhir. Nanti kita lakukan evaluasi dan dilaporkan ke wali kota selaku ketua Satgas COVID-19 Bandar Lampung. Dan nanti keputusannya di beliau, apakah akan ditambah (jumlah sekolah untuk PTM) atau bagaimana,” jelasnya.
Sementara itu, guna mempersiapkan PTM, Disdik nelalui UPT sekolah juga melakukan vaksinasi secara bertahap, khususnya pada siswa kelas VII dan VIII SMP. “Vaksinasi ini berjalan secara bertahap melalui UPT sekolah, yang teknis vaksinasinya oleh Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post