
Lampung Geh, Pesisir Barat – Nelayan yang tenggelam akibat diterjang ombak laut di Pantai Biha, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Minggu (4/6) kemarin hingga Senin (5/6) belum juga ditemukan.
Tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian lanjutan sejak Senin pagi hingga petang, namun belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah melalui Koordinator Pos SAR Tanggamus Hendra Wahyu mengatakan, pada hari kedua pencarian tim SAR gabungan membagi tim menjadi tiga SRU (SAR Rescue Unit).

Di mana, tim SRU 1 melakukan penyisiran air menggunakan perahu jukung Basarnas di sekitar lokasi kejadian seluas 4 NM (Nautical Mil).
“Lalu tim SRU 2 melakukan penyisiran air menggunakan perahu jukung milik nelayan di sekitar lokasi kejadian seluas 3 NM. Kemudian SRU 3 melaksanakan penyisiran via darat sepanjang 1,5 kilometer ke arah Barat dari lokasi kejadian dan 1 kilometer ke arah Timur dari lokasi kejadian,” kata Koordinator Pos SAR Tanggamus Hendra Wahyu, Senin (5/6).
Hendra mengungkapkan, meski upaya pencarian dengan menerjunkan tiga SRU itu telah dilakukan, namun hingga Senin petang korban bernama Apriansah (38) belum juga ditemukan.
Menurutnya, tim SAR gabungan menghentikan sementara upaya pencarian akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.
“Pencarian kita hentikan sementara pukul 17.30 WIB dikarenakan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Hasil Operasi SAR sementara masih nihil, pencarian akan dilanjutkan Selasa pagi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung dikabarkan hilang akibat dihantam ombak saat tengah mencari ikan di Pantai Biha, pada Minggu (4/6) pagi.
Kejadian itu berawal pada saat korban bernama Apriansah (38) dan rekannya bernama Edwar pergi ke laut untuk memancing ikan.
Saat tengah mencari ikan menggunakan perahu jukung sekitar 200 meter dari bibir Pantai Biha, tiba-tiba ombak besar menghantam perahu dan keduanya terjatuh ke laut.
Pada saat terjatuh dari perahu, rekan korban bernama Edwar berhasil menyelamatkan diri dan naik kembali ke perahu, namun korban Apriansah tergulung ombak dan tenggelam. (Lih/Put)





















Discussion about this post