
Lampung Geh, Pesawaran – Siswi SD di Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang diduga dibully di sekolah ternyata sering mengalami perundungan atau bullying tersebut.
Paman korban, Sodikin membenarkan, peristiwa perundungan atau bullying yang viral tersebut merupakan keponakannya berinisial S, pelajar kelas 5 SD.
“Orang tuanya di Pekan Baru Riau, saya pamannya. Dia tinggal sama saya,” katanya.
Sodikin menceritakan perundungan atau bullying itu dilakukan oleh pelajar kelas 6 SD yang merupakan kakak kelasnya
“Ponakan saya kelas 5 SD, dia katanya udah sering, dilakukan orang yang sama, ada 3 orang tapi dia nggak mau bercerita, cuman di pendam, jadi baru tau nya hari ini, setelah ada video itu tersebar,” ucapnya.
Lanjut Sodikin, menurut alasan kakak kelasnya melakukan perundungan lantaran korban S kurang bergaul dengan teman-temannya.
“Mungkin karena anak-anak, ponakan saya ini kurang bergaul sama temen-temennya, ya namanya anak-anak, cuman kan yang saya sayangkan, yang saya tidak suka kenapa kok anaknya membully, membullynya seperti itu saya nggak suka,”ungkapnya.
Selain perundungan, lanjut Sodikin, korban juga sempat mengalami pemukulan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.
“Divideo itu ada dipukul kepalanya, yang diinjak kakinya, yang dianuin pake pengaris mau colok ke mata untuk nggak kena mata itu ada,” tuturnya.
Sodikin menuturkan, akibat kejadian perundungan dan bullying tersebut korban mengalami syok.
“Saat ini mengalami syok gitu, semalem sampe mengingau gitu, jadi kayak ada syok gitu gara-gara kejadian ini,” kata dia.
Atas kejadian tersebut, Sodikin berharap pihak sekolah dapat lebih ketat mengawasi siswa di sekolah. Tak hanya di jam pelajaran, tapi juga saat jam istirahat.
“Tadi sudah dibahas, sudah ada titik keluarnya, maksudnya untuk damai. Tapi saya harap walaupun damai, dari pihak sekolah bisa dipertegas lagi untuk mengenai pengawasan dan pemantauan terhadap anak-anak di sekolah ini,” ungkap dia.
“Kejadian ini saya tidak mau terulang sampai kedua kalinya, apabila terulang kedua kalinya, saya pastikan akan menuntut ke jalur hukum,” pungkasnya. (Yul/Ansa)






















Discussion about this post