Lampung Geh, Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung menempatkan alat deteksi gempa dan tsunami (Warning Receiver System) di Kota Bandar Lampung, Rabu (4/8).

Alat deteksi gempa dan tsunami tersebut ditempatkan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandar Lampung, Sutarno mengatakan, setelah diterimanya alat tersebut, pihaknya akan diberikan pelatihan oleh BMKG terkait penggunaan alat tersebut.
“Alat ini berfungsi untuk memberitahu apabila terjadi pergerakan bumi, yaitu gempa bumi dan berpotensi tsunami atau tidak. Gempa bumi diukur dengan skala richter, apakah berdampak besar atau tidak,” ujar Sutarno.
Peringatan gempa yang muncul pada layar alat tersebut, memberikan informasi dan terkoneksi langsung dengan BMKG. Sistem kerja alat tersebut, secara otomatis menggunakan satelit sebagai jaringan utama nya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari alat tersebut, BPBD dapat menentukan tindak lanjut apabila terdapat potensi dampak gempa. “Di sini ada keterangannya info gempa dirasakan dimana saja, apabila kondisi gempa berdampak, segera diinformasikan dan tindakan kita menginformasikan kepada kecamatan, khususnya wilayah Kota Bandar Lampung,” jelas Sutarno.
Warning Receiver System juga menginformasikan bagaimana status gempa yang terjadi, mulai dari siaga, waspada atau awas. “Jadi informasinya terus didistribusikan dari kecamatan, lurah hingga ke masyarakat,” tambahnya.
Adanya alat tersebut juga sangat membantu dan memudahkan BPBD dalam menindaklanjuti gempa yang terjadi, secara jelas dan terarah, atas dasar informasi resmi dari BMKG.
“Kemudian ada nggak gempa susulan, kalau ada nanti juga dari BMKG akan menginformasikan potensi gempa susulan. Informasi dari alat ini merupakan informasi resmi, sehingga tindak lanjut kita jelas dan terarah,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post