Lampung Geh, Bandar Lampung – Inspektorat Kota Bandar Lampung membenarkan oknum ASN yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan anggota Polisi merupakan ASN Pemkot Bandar Lampung.
Hal ini disampaikan Inspektur Kota Bandar Lampung M Umar saat dihubungi. Menurutnya, perkara yang melibatkan oknum ASN Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tersebut sedang ditangani pihak kepolisian.
“Itu kan lagi ditangani Polisi, kita nunggu hasil pemeriksaan polisi dulu,” kata Umar melalui sambungan telepon, Rabu (15/12).
Dikonfirmasi oknum ASN yang berinisial DK merupakan ASN Pemkot Bandar Lampung, Umar membenarkan hal tersebut. “Iya informasi yang saya tahu, iya betul,” ujarnya.
“Kita sekarang menunggu hasil pemeriksaan polisi, hasilnya nanti baru kita proses juga,” sambungnya.
Disinggung terkait pemanggilan terhadap DK, pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan polisi. “Iya nanti tapi kan ini masih ditindaklanjuti kepolisian,” kata Umar.
Umar juga mengatakan bahwa ia telah mengetahui kabar adanya oknum ASN Pemkot Bandar Lampung dilaporkan atas dugaan penganiayaan.
“Iya sudah tau saya, dari kemarin sudah tau, saya dari berita juga tau, saya cek protokol iya betul,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, terjadi tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan yang sedang ditangani Polresta Bandar Lampung. Insiden ini melibatkan oknum ASN Pemkot Bandar Lampung berinisial DK sebagai terlapor. Sedangkan, 4 terlapor lainnya merupakan warga sipil, yaitu: RZ, RD, O, AN.
Korban dugaan pengeroyokan tersebut tidak hanya anggota polisi di Lampung berinisial Bripda IR, tetapi juga warga sipil berinisial NV.
Insiden yang pada Minggu (12/12) sekira pukul 01.00 WIB ini terjadi di Jalan Way Sekampung, Enggal, Bandar Lampung (Depan IKISOPOTO).
Dari informasi yang didapatkan, pengeroyokan diawali dari salah paham antara rekan pelaku dan rekan korban. Bripda IR yang hendak melerai malah ikut jadi korban pengeroyokan tersebut.
Akibatnya, korban pengeroyokan tersebut menggalami luka robek pada kening, memar di bagian mata dan pipi, serta sejumlah luka lainnya. Bahkan, salah satu korban tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana membenarkan adanya peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut.
“Iya benar. Peristiwa itu juga sudah kami tangani, korban berjumlah dua orang. Salah satunya merupakan anggota Polri,” kata Devi saat ditemui Lampung Geh, Selasa (14/13). (*)





















Discussion about this post