Lampung Geh, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara hybrid, guna memaksimalkan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (16/8).
Di masa pandemi COVID-19, hampir seluruh kegiatan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) atau virtual. Demikian juga dengan perkuliahan di kampus Itera sejak awal pandemi COVID-19 di Lampung. Namun, pembelajaran secara daring ternyata kurang optimal, dimana seluruh program studi di Itera merupakan bidang sains dan teknologi yang syarat dengan praktikum.
Maka, pihak Itera mengajukan sistem perkuliahan secara hybrid (gabungan) yang telah disetujui oleh kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
“Kita sudah dapat izin dari pemerintah terkait, dan prosedurnya sudah kita tempuh. Mahasiswa yang akan mengikuti kuliah secara hybrid harus sudah vaksin, dan ada izin orang tua, seseuai peraturan kementerian,” ujar Prof. Mitra Djamal.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa mencetak lulusan insinyur tidak cukup hanya dengan kuliah daring.
“Sekarang masa pandemi COVID-19, pembelajaran pada umumnya secara daring, tapi untuk Itera tidak bisa hanya daring. Karena nggak mungkin mencetak insinyur hanya lewat daring, harus ada keahlian tangan secara teknis,” tandasnya.
“Makanya kita akan menggunakan sistem hybrid learning, atau campuran daring dan luring,” sambungnya.
Perkuliahan yang dilakukan secara luring, yakni yang bersifat praktikum. “Memang kita utamanya daring, tapi ada bagian-bagian yang tidak bisa daring, harus datang langsung, seperti praktikum tugas akhir. Namun tetap kita prokesnya diutamakan,” jelas Profm Mitra.
Seiring akan diterapkannya sistem perkuliahan secara hybrid, akan dilakukan vaksinasi kepada mahasiswa secara bertahap. “Untuk tendik dan staf sudah kita lakukan vaksinasi, selanjutnya nanti mahasiswa yang akan melakukan kuliah hybrid, dimana vaksinasinya akan bekerjasama dengan Pemprov Lampung,” katanya
Menurut Rektor, meski pandemi telah usai, sistem perkuliahan secara hybrid masih akan terus diterpakan. “Berkaca dari situasi saat ini, mungkin sistem perkuliahan secara hybrid akan terus diterapkan meski pandemi sudah usai,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post