• Home
  • News
  • Cerita & Opini
  • Lifestyle
Lampung Geh News
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • News
    • All
    • Berita Foto
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pemerintahan
    • Peristiwa
    Dukung Program Nasional, Pemprov Lampung Percepat Administrasi Sekolah Rakyat

    Dukung Program Nasional, Pemprov Lampung Percepat Administrasi Sekolah Rakyat

    Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

    Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

    Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

    Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

    Terus berinovasi Glam Shine Luncurkan Logo Terbaru di Ballroom Hotel Novotel

    Terus berinovasi Glam Shine Luncurkan Logo Terbaru di Ballroom Hotel Novotel

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

  • Cerita & Opini
    • All
    • Feature
    • Opini
    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Rawat Anaknya yang Lumpuh, Nenek 104 Tahun di Lampung Dapat Modal Rp 35 juta

    Rawat Anaknya yang Lumpuh, Nenek 104 Tahun di Lampung Dapat Modal Rp 35 juta

    Cerita Dyah Cahya Prameswari Lulusan Unila yang Dapat Beasiswa Jovial Da Lopez

    Cerita Dyah Cahya Prameswari Lulusan Unila yang Dapat Beasiswa Jovial Da Lopez

    Anak Kampung Lempuyang Bandar Mendunia

    Anak Kampung Lempuyang Bandar Mendunia

    Memori Rempah Tak Lekang Waktu

    Memori Rempah Tak Lekang Waktu

  • Lifestyle
    • All
    • Milenial
    • Olahraga
    • Tips
    • Wisata & Kuliner
    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung

    Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Golden Tulip Springhill Lampung Luncurkan Paket Bukber: Ada Makanan Khas Lampung

    Golden Tulip Springhill Lampung Luncurkan Paket Bukber: Ada Makanan Khas Lampung

    Mengunjungi Rumah Makan di Lampung Selatan, yang Punya Kolam Air Panas Alami

    Mengunjungi Rumah Makan di Lampung Selatan, yang Punya Kolam Air Panas Alami

TULIS ARTIKEL
Lampung Geh News
  • Home
  • News
    • All
    • Berita Foto
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pemerintahan
    • Peristiwa
    Dukung Program Nasional, Pemprov Lampung Percepat Administrasi Sekolah Rakyat

    Dukung Program Nasional, Pemprov Lampung Percepat Administrasi Sekolah Rakyat

    Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

    Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

    Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

    Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

    Terus berinovasi Glam Shine Luncurkan Logo Terbaru di Ballroom Hotel Novotel

    Terus berinovasi Glam Shine Luncurkan Logo Terbaru di Ballroom Hotel Novotel

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

  • Cerita & Opini
    • All
    • Feature
    • Opini
    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Rawat Anaknya yang Lumpuh, Nenek 104 Tahun di Lampung Dapat Modal Rp 35 juta

    Rawat Anaknya yang Lumpuh, Nenek 104 Tahun di Lampung Dapat Modal Rp 35 juta

    Cerita Dyah Cahya Prameswari Lulusan Unila yang Dapat Beasiswa Jovial Da Lopez

    Cerita Dyah Cahya Prameswari Lulusan Unila yang Dapat Beasiswa Jovial Da Lopez

    Anak Kampung Lempuyang Bandar Mendunia

    Anak Kampung Lempuyang Bandar Mendunia

    Memori Rempah Tak Lekang Waktu

    Memori Rempah Tak Lekang Waktu

  • Lifestyle
    • All
    • Milenial
    • Olahraga
    • Tips
    • Wisata & Kuliner
    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

    Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung

    Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

    Golden Tulip Springhill Lampung Luncurkan Paket Bukber: Ada Makanan Khas Lampung

    Golden Tulip Springhill Lampung Luncurkan Paket Bukber: Ada Makanan Khas Lampung

    Mengunjungi Rumah Makan di Lampung Selatan, yang Punya Kolam Air Panas Alami

    Mengunjungi Rumah Makan di Lampung Selatan, yang Punya Kolam Air Panas Alami

No Result
View All Result
Lampung Geh News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Cerita & Opini
  • Lifestyle
Home Lifestyle Milenial

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung

Lampung Geh News by Lampung Geh News
27 Agustus 2021
in Lifestyle, Milenial
Reading Time: 7 mins read
0
Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung

Kahut Sigerbori Lampung, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Melihat proses ecoprint dengan bahan dari alam yang menghasilkan motif cantik di Ecoprint Natural Dye Kahut Sigerbori Lampung. Kain motif cantik kesayangan dan kebanggaan masyarakat Lampung berbahan alami dengan mengusung kearifan lokal, Jumat (27/8).

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (1)
Tootbag dan Kemeja motif ekonomi yang ada di Kahut Sigerbori Lampung, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Ecoprint Natural Dye Kahut Sigerbori beralamat di Jalan ZA Pagar Alam, Gang Ken Arok Nomor 10/22, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Dari tempat inilah, kain bermotif cantik berbahan alami dan ramah lingkungan tersebut dihasilkan.

Baca Juga

Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

Raih Silver Play Button, Dosen UBL Bagi Ilmu dan Edukasi Melalui YouTube

12 Juni 2024
Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

Launching Produk Baru, Momyes Lampung Hadirkan Produk Dalam Bentuk Cookies

3 Februari 2024
Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (2)
Pembentangan kain katun sebelum dilakukan penataan bahan motif ecoprint di Kahut Sigerbori, Jumat (27/8)| Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Ecoprint sendiri merupakan teknik memberi pola atau motif pada bahan atau kain, menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, batang, akar, atau bagian tumbuhan lainnya yang mampu menghasilkan pigmen warna. Di Kahut Sigerbori sendiri, menggunakan teknik steam ecoprint untuk menghasilkan produk utamanya.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (3)
Meratakan proses blanket dengan cara diinjak-injak agar bahan motif melekat pada kain, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh

Adalah Anggraini Kumalasari, sosok di balik cantiknya motif-motif kain yang dihasilkan di industri berbasis UMKM bernama Kahut Sigerbori. Kata Kahut sendiri berasal dari bahasa pesisir yang berarti cinta atau kesayangan, siger yang merupakan mahkota khas masyarakat Lampung, sedangkan bori berarti teknik memotif kain negara Jepang. Jadi, produk dari Kahut Sigerbori diharapkan dapat menjadi kecintaan dan kebanggaan bagi masyarakat Lampung, dengan tetap membawa kearifan lokal, serta ramah lingkungan dengan bahan-bahan yang digunakan.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (4)
Kain motif ecoprint siap jual yang ada di galeri Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Anggra, sapaan akrabnya, merintis usahanya sejak 2018. Berawal melihat motif-motif ecoprint di pinterest, kemudian mulai mempelajarinya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan. Bahkan, hingga saat ini Anggra masih terus mengikuti perkembangan ecoprint demi meningkatkan kualitas produknya, agar dapat bersaing di sektor bisnis.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (5)
Daun dan bunga yang digunakan untuk pemotifan ecoprint di Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh

Di awal kiprahnya, Anggra mengaku tidak mudah mengenalkan motif ecoprint yang belum populer di masyarakat Lampung saat itu. Sembari terus memproduksi, Anggra mengenalkan produknya dengan menggunakannya dalam berbagai kegiatan, melalui tootbag hingga busana.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (6)
Penataan bunga dan dedaunan sebagai motif ecoprint di Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/Lampung Geh

“Baru lah setelah orang-orang tau ecoprint sudah populer di daerah Jawa, ecoprint dari Kahut Sigerbori mulai dikenal, diterima dan diminati masyarakat,” ujar Anggra.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (7)
Baju pria motif daun pepaya dan daun kelor yang ada di galery Ecoprint Natural Dye Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Dalam memproduksi, Anggra dibantu oleh lima orang pegawai dengan spesialisasi masing-masing, mulai dari teknis pembuatan hingga proses menjahit.

Menurut Anggra, motif ecoprint mempunyai keunikan tersendiri. Dimana setiap kain memiliki motif yang unik, tergantung bahan yang digunakan, warna yang dihasilkan, hingga motif yang melekat pada serat kain. “Ecoprint ini unik, setiap daun, bunga yang kita gunakan sebagai bahan, memiliki motif dan serat yang berbeda, maka tidak ada kesamaan yang identik antara kain yang satu dan lainnya,” kata Anggra.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (8)
Pembuatan ecoprint pada tootbag dengan sistem Hakozume di Kahut Sigerbori Lampung, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Lalu, bagaimana pembuatan kain bermotif cantik di Kahut Sigerbori? Sebelum teknis produksi, dipersiapkan kain berbahan serat alam, yang digunakan di Kahut Sigerbori adalah kain katun berbahan dasar dari kapas. Yang digunakan adalah kain katun berwarna putih, kemudian dipotong sesuai ukuran tertentu. Tahap selanjutnya yaitu pencucian untuk menghilangkan residu kimia dari pabrik, menggunakan soda abu, dan deterjen ramah lingkungan, lalu direbus selama 30 menit.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (9)
Kain motif ecoprint siap jual yang ada di galeri Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Proses selanjutnya yaitu mordanting yang bertujuan untuk membuka serat-serat kain agar dapat menyerap warna. Teknik mordanting paling sederhana yang digunakan adalah mordanting dengan tawas. Caranya, tawas dicampurkan dengan tawas kemudian kain direbus selama 30 menit dengan panas api yang sangat kecil. Kemudian, air beserta kain yang tadi direbus dipindahkan pada wadah plastik, ditutup dan dibiarkan selama tiga hari. Adapun penggunaan wadah berbahan plastik karena plastik sangat minim reaksi dibandingkan bahan lainnya.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (10)
Kain motif ecoprint siap jual yang ada di galeri Kahut Sigerbori, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Kemudian, tahap selanjutnya adalah pewarnaan menggunakan bahan alami, bisa dari batang, kulit, biji-bijian, dan lainnya, serta bunga dan dedaunan sebagai motif. Bahan pewarna tadi direndam semalaman, lalu direbus dengan dicampur garam kasar tanpa kandungan yodium. Jika takaran air yang digunakan sebanyak 10 liter, maka harus mangalami proses perebusan hingga menyusut menjadi 5 liter.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (11)
Pembuatan ecoprint pada tootbag dengan sistem Hakozume di Kahut Sigerbori Lampung, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Kain putih yang sudah dicuci bersih kemudian dibentangkan di atas plastik khusus untuk diberi motif menggunakan bunga dan dedaunan. Bunga dan dedaunan yang digunakan sangat beragam, mulai dari daun jati, kelor, jarak wulung, suring, daun singkong, serta bunga sepatu atau bunga lainnya sesuai hasil yang diinginkan. Setelah motif yang diinginkan tertata, dan jika diinginkan kain dasar berwarna, maka daun dan bunga yang sudah ditata tadi akan diselimuti menggunakan kain yang telah direndam bahan pewarna. Proses penyelimutan ini disebut blanket ecoprint. Kemudian, ditutup lagi menggunakan plastik jenis yang sama tadi digunakan sebagai alas, diinjak-injak untuk meratakan bagian kain. Jika sudah rata, kain yang terbungkus plastik tadi digulung kemudian diikat dan dikukus selama 90-120 menit dengan panas api yang sangat kecil.

Intip Proses Lahirnya Kain Cantik dari Daun Asli di Kahut Sigerbori Lampung (12)
Proses pengeringan kain ecoprint setelah dikukus selama 30 menit, Jumat (27/8) | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh

Setelah dikukus, kain dalam bungkusan plastik yang direbus tadi sudah dapat dibuka dan dilihat hasilnya. Jika sudah dibuka, maka akan terlihat hasil motif dari serat daun dan bunga yang melekat. Bersihkan sisa bunga dan dedaunan kemudian dikeringkan di tempat terbuka. Proses pengeringan tersebut juga berfungsi sebagai proses oksidasi agar motif ecoprint semakin kontras. Jika sudah kering, tahap selanjutnya adalah fiksasi, melalui proses pencucian menggunakan tawas atau deterjen ramah lingkungan tanpa busa (PRO). Setelah dikeringkan dan disetrika, hasil ecoprint tadi sudah siap dipasang di galeri untuk konsumen. Serangkaian proses panjang ecoprint di Kahut Sigerbori, kurang lebih memakan waktu 15 hari.

Selain proses yang cukup panjang tadi, di Kahut Sigerbori juga ada proses ecoprint lainnya, yaitu Hakozume. Teknik ini adalah pemotifan dengan cara menempelkan bahan daun atau bunga, kemudian dipukul perlahan agar motif merekat pada serat kain. Hakozume adalah teknik paling sederhana pada ecoprint. Di Kahut Sigerbori, teknik ini biasanya digunakan untuk pemotifan tootbag.

Kain bermotif unik nan cantik di Kahut Sigerbori dapat dijadikan baju pria dan wanita, jaket, wadah tisu, tootbag, hingga jilbab. Untuk harganya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 1,2 juta tergantung bahan yang digunakan. Untuk satu helai jilbab dibanderol seharga Rp 100.000, untuk baju pria dan wanita mulai Rp 350.000-375.000. Informasi selengkapnya bisa menghubungi kontak yang tertera di akun Instagram @kahut_sigerbori atau datang langsung ke galery Ecoprint Natural Dye Kahut Sigerbori Bandar Lampung. (*)

Tags: Bandar Lampunglampunglampung gehlampung punya cerita
ShareTweetShareSend
Previous Post

Sejumlah Wakapolres dan Kasat Reskrim Polres Jajaran Polda Lampung Dirombak

Next Post

3 Karyawan di Bandar Lampung Jadi Tersangka Pengeroyokan Ojol Saat Tukar Pesanan

Lampung Geh News

Lampung Geh News

Lampung Geh News merupakan kanal berita terkini tentang Lampung. Berada di bawah naungan PT Lampung Geh Helau.

Related Posts

Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia
News

Sambut Tahun Baru, Swiss-Belhotel Lampung Ajak Tamu Bernostalgia

31 Desember 2023
Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung
News

Menilik Kejernihan Wisata Mata Air Sumber Agung Tanggamus, Lampung

14 Desember 2023
Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung
Cerita & Opini

Usia 18 Tahun, Muhammad Fahmi Jadi Jemaah Termuda Asal Lampung

31 Mei 2023
Next Post
3 Karyawan di Bandar Lampung Jadi Tersangka Pengeroyokan Ojol Saat Tukar Pesanan

3 Karyawan di Bandar Lampung Jadi Tersangka Pengeroyokan Ojol Saat Tukar Pesanan

Gempa 4.0 Magnitudo Guncang Pesisir Barat, Lampung

Gempa 4.0 Magnitudo Guncang Pesisir Barat, Lampung

Discussion about this post

Trending Minggu Ini

  • BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob

    BPBD Bandar Lampung Imbau Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Muktamar, Bendera NU Berkibar di Sejumlah Jalan di Kota Bandar Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 83 Calon Jemaah Haji Lampung Tarik Dana Pelunasan, 1 Orang Mundur dari Antrean

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penambahan Titik Penyekatan di Lampung Selatan, Ini Lokasinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSSI Umumkan Wasit Kompetisi Liga, Salah Satunya Ada Warga Lampung Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Lampung Geh News

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Lampung Geh Page Link

  • About
  • Web Lampung Geh
  • Lowongan Lampung
  • Store
  • Join

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Pilih Daerah
    • Bandar Lampung
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Lampung Barat
    • Lampung Utara
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Selatan
    • Pesisir Barat
    • Way Kanan
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Mesuji
  • Kategori
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Berita Foto
    • Opini
    • Feature
    • Milenial
    • Olahraga
    • Wisata & Kuliner
    • Tips
  • Login
  • Sign Up

© 2021 PT Lampung Geh Helau

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In