Lampung Geh, Bandar Lampung – Sekelompok pemuda nekat berbisnis pembuatan surat Rapid Test Antigen Palsu di sebuah lokasi jasa travel di Jalan Komarudin, Rajabasa, Bandar Lampung.
Bisnis yang tidak dibenarkan ini dilakukannya sejak satu bulan lalu. Dijualnya dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu kepada sopir dan penumpang yang membutuhkan surat Rapid Test.
Penggerebekan bermula temuan saat polisi melakukan razia terhadap kendaraan dan penumpang jasa travel tujuan ke Pulau Jawa di Tanjung Senang, Bandar Lampung. Terkait hal ini didapati 4 pelaku diamankan jajaran Polsek Tanjung Senang Polresta Bandar Lampung, Senin (13/9).
Ada pun keempat pelaku yang diamankan ini, diketahui berinisial TB (21) asal Tangerang, RR (20) asal Tulang Bawang, lalu RS (19) dan DS (18) asal Kota Agung Tanggamus.
Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana membenarkan adanya penangkapan ini. Modus yang dilakukan keempatnya dengan menerima pesanan dari seseorang, yang akan digunakan untuk menyeberang ke Pulau Jawa.
Devi menyebutkan, di antara keempat pelaku 2 merupakan anak di bawah umur. “Setelah menerima pesanan dari beberapa orang, mereka melakukan pencetakan rapid test dengan nama dokter, kop, dan lainnya yang berbeda dengan aslinya,” katanya saat ditemui Lampung Geh, Selasa (14/9).
Tak hanya itu, nama dokternya yang dicatut ternyata tidak ada di wilayah Lampung. Pengakuannya pun sudah satu bulan melakukan bisnis Rapid Test Antigen Palsu ini.
“Ini masih kami dalami, dengan tujuan untuk membuka pihak lain yang terlibat. Untuk tiap kali mencetak surat palsu dengan harga Rp 50 hingga Rp 100 ribu, dan sudah mengeluarkan 50 surat palsu,” ungkapnya.
Soal cap klinik yang dicatut, Devi mengatakan sementara hanya ada dua klinik. Namun, nama klinik yang tulis tidak nyata adanya. Nama klinik tersebut Klinik Pratama Lampung dan Tanjungkarang Pratama yang didapat dari hasil mengarang.
Terpisah, Kapolsek Tanjung Senang Ipda Rosali menjelaskan, keempat pelaku ini menawarkan jasanya ke supir dan penumpang jasa travel tujuan ke luar kota dan luar Lampung.
Maka dari itu pun, pihaknya mencurigai jasa travel tujuan ke Pulau Jawa di Tanjung Senang, Bandar Lampung.
“Untuk lebihnya, kami belum bisa menyimpulkan pasti karena masih pengembangan,” kata Rosali. (*)






















Discussion about this post