Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus mengupayakan percepatan pengembangan Geopark Suoh, salah satunya melalui webinar penetapan warisan geologi dengan menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidang geologi, Kamis (21/10).

Dua pembicara utama dalam webinar tersebut yaitu, Kabid Geo Science Badan Geologi Kementerian ESDM Dr. Asep Kurnia Permana, dan Ketua Ikatan Ahli Geologi Wilayah Banten dan Jawa Barat Dicky Muslim.

Mewakili Bupati, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lampung Barat, Wasisno Sembiring mengatakan bahwa Geopark Suoh sudah menjadi pembahasan sejak awal tahun 2020. Hal tersebut sesuai visi Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi, literasi, dan tangguh bencana.
“Geopark Suoh sangat potensial, dan kita ingin ke depan agar menjadi Taman Bumi Lampung Barat. Geopark Suoh nantinya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Upaya percepatan Geopark Suoh juga mendapat dukungan dari Gubernur Lampung yang memprioritaskan pada dua lokus, yakni Suoh di Lampung Barat dan Gunung Karakatau di Lampung Selatan.

Kemudian, Asep Kurnia Permana dari Badan Geologi Kementerian ESDM memaparkan teknis-teknis yang berkaitan dengan persiapan pengajuan Suoh sebagai Geopark Nasional. Asep juga menyebutkan empat poin yang menjadi syarat dasar dibangunnya sebuah Geopark, di antaranya memiliki warisan bumi (earth heritage), memiliki lembaga pengelola, visibilitas, dan jaringan Geopark.

Seperti diketahui, Suoh juga oleh sesar besar Sumatera yang dikenal juga sebagai Sesar Semangko, sehingga sering terjadi bencana seperti gempa bumi di daerah tersebut. Kondisi tersebut juga harus disosialisasikan kepada masyarakat guna membentuk masyarakat yang tangguh bencana.
Dalam pengembangan Geopark terbagi menjadi 4 tahapan, mulai dari penetapan Geoheritage, Perencanaan Geopark, penetapan status Geopark, dan Pengelolaan Geopark.
“Yang tidak kalah penting dalam pengembangan Geopark sendiri adalah inventarisasi sumber daya warisan geologi sebagai potensinya. Mulai dari inventarisasi keragaman geologi, pengkriteriaan, pembandingan, dan pengklasifikasian,” jelasnya.
Ke depan, dalam pengelolaan Geopark tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga melibatkan masyarakat, BUMN/Swasta, agen perjalanan, restoran, hingga perhotelan.
Selanjutnya, Ketua Ikatan Ahli Geologi Wilayah Banten dan Jawa Barat Dicky Muslim, menyoroti peran masyarakat dalam pengembangan Geopark. Masyarakat menjadi unsur tak terpisahkan dalam pengembangan Geopark yang berkelanjutan.
“Justru harus ada masyarakatnya, mereka terlibat, mendapatkan manfaat serta ada bukti keberhasilannya. Karena salah satu tujuan Geopark ini adalah, alamnya lestari masyarakatnya sejahtera,” jelasnya.
Sehingga, masyarakat juga perlu diedukasi, dan diajak agar mau menjaga. Di sisi lain juga harua ada benefitnya bagi masyarakat, sehingga ada hubungan timbal balik. (*)






















Discussion about this post