Lampung Geh, Bandar Lampung – Salah satu petugas mendatangi lapak buku bacaan yang diselenggarakan Komunitas Giat Buku di Desa Way Tataan, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, Minggu (31/10).
Komunitas yang aktif menggalakan literasi anak-anak khususnya di Lampung ini mengadakan Sekolah Partikelir dengan materi tentang mengenal Budaya Lampung dengan Aksara.
Tiga puluh anak-anak ini sangat antusias mengikuti sekolah tersebut. Terlebih lagi, kehadiran seorang pria yang juga merupakan salah satu petugas dari Polda Lampung. Pria tersebut datang untuk memberikan motivasi terhadap anak-anak.

Ia adalah Bripda Berliyansyah, anggota dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung di bawah kepemimpinan Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, dalam kesempatan ini bertindak sebagai narasumber dan motivator untuk anak-anak.
Para peserta Sekolah Partikelir pun menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. “Terima kasih Pak Polisi sudah sudah mau ajari kami aksara Lampung,” kata Akbar salah satu peserta Sekolah Partikelir.

Dalam mengajarkan Aksara Lampung ini, Berlian juga mengenalkan sedikit demi sedikit tentang Budaya Lampung. Hal ini dilakukan supaya anak-anak tak lupa akan budaya di tempat yang ditinggalinya.
Selain itu, Berliyan juga memberikan edukasi bahwa masyarakat adalah mitra polisi yang bisa ikut menjaga lingkungan, melaporkan segera ke kantor polisi terdekat ketika ada suatu hal buruk atau kejahatan terjadi dilingkungan terdekatnya.
“Jangan ragu dan jangan takut untuk komunikasi dengan polisi karena tugas kami adalah melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Giat Buku Lampung Bayu Saputro (24) mengatakan Sekolah Partikelir ini berlangsung setiap Minggu selama 6 bulan.
“Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, terutama anak-anak,” kata Bayu.
Rangkaian Sekolah Partikelir ini diawali Gelar Lapak Buku, mendongeng, pemberian materi, motivasi-motivasi, dan beberapa games serta sebagai penutup akan ada pembuatan ecobrik.

“Pembuatan ecobrik menjadi penutup Sekolah Partikelir dengan harapan anak-anak juga mendapatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan wawasan mengenai pemanfaatan sampah,” pungkas Bayu. (*)






















Discussion about this post