Lampung Geh, Bandar Lampung – Beberapa waktu terakhir, pemukiman di kawasan Pesisir Bandar Lampung terdampak banjir rob akibat air laut pasang. Setidaknya, ada tiga kecamatan yang berpotensi terdampak banjir rob di Bandar Lampung.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Bandar Lampung, Sutarno mengatakan, di Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras dan di Kelurahan Sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan, telah terjadi banjir rob yang menggenangi pemukiman warga.
“Sejauh ini situasi masih aman, petugas kami juga terus memantau jika nanti terjadi dampak lebih dan air semakin tinggi maka warga akan dievakuasi,” ujar Sutarno.
Petugas BPBD di masing-masing komando juga terus melakukan pemantauan di Kecamatan Bumi Waras, Teluk Betung Selatan, dan Kecamatan Panjang yang kerap menjadi langganan banjir rob. Dan hingga kini, BPBD Kota Bandar Lampung belum mendapati laporan dari warga yang membutuhkan evakuasi.
BPBD juga mengimbau agar warga di lokasi tersebut segera melapor apabila terjadi hal-hal yang tak tertangani segera melaporkan pada petugas.
“Kami mengimbau agar warga tetap waspada, terutama yang berada di wilayah pesisir pantai. Apabila terjadi sesuatu hal yang tidak tertangani segera lapor ke petugas BPBD di masing-masing Kecamatan,” imbaunya.

Sementara itu, Yeni (50) yang merupakan salah satu warga di komplek Pasar Gudang Lelang mengatakan, banjir rob yang terjadi dalam 3 hari terakhir berlangsung dalam durasi sekitar satu jam. “Awal-awal mulai pasang sehabis Maghrib, kalau semalem sekitar pukul 20.00 WIB, paling satu jam, udah surut lagi,” katanya.
Biasanya, lanjut Yeni, banjir rob hanya terjadi selama 4 hari, dengan durasi 1 jam setiap harinya, yakni pada malam hari. Meskipun sudah menjadi fenomena yang lumrah bagi warga setempat, banjir rob tetap berdampak, terutama banyak sampah yang terbawa hingga ke pemukiman.
“Sampah itu pada naik semua ke darat kebawa banjir, jadi ya kotor semua rumah-rumah itu. Kalau air naik, kapal juga ikut naik, dan ada rumah yang jebol juga terkena haluan kapal,” jelasnya.
Saat banjir rob terjadi, warga lebih memilih diam di rumah dan tidak bepergian sembari memantau situasi, terutama rumah warga yang berada persis di pinggir laut. “Waspada aja, apalagi rumah-rumah yang di pinggir laut kan takut kalau roboh,” tutupnya. (*)






















Discussion about this post