Lampung Geh, Jakarta – Lembaga inkubasi UMKM berbasis koperasi pertama di Indonesia, Siger Innovation Hub, meluncurkan fitur tes untuk mengukur tingkat kesehatan UMKM bernama UMKM Detector. Fitur ini dikembangkan bersama-sama dengan platform penyedia jasa pembelajaran online,Vokasiku, yang fokus melatih SDM unggul siap kerja dan wirausaha.

UMKM Detector bisa diakses langsung via aplikasi Vokasiku yang bisa diunduh di playstore dan juga via website www.vokasiku.app secara gratis. UMKM Detector sendiri didesign untuk membantu pelaku UMKM mengukur tingkat kesehatan usahanya melalui tiga tahapan tes dengan tiga fokus pengukuran yang berbeda :
1. Kesiapan tim dan produk dari usaha yang dijalankan
Tes pertama dari fitur UMKM Detector menilai beberapa aspek penting dari produk dan pelaku usaha, mulai dari kesiapan produk untuk memasuki pasar, sampai tingkat kompetensi pelaku usaha seperti kemampuan memasarkan produk, kemampuan memanajemen tim, kemampuan finansial, dan kemampuan operasional.
2. Kesehatan finansial
Tes kedua dari fitur UMKM Detector dirancang khusus untuk mengevaluasi dan menganalisa kesehatan finansial UMKM. Dari sini kita bisa tau apakah usaha yang dibangun benar-benar menguntungkan, memiliki cadangan cash yang cukup, memiliki rasio utang yang sehat, dll
.Seperti yang kita tau, kesehatan finansial ini adalah kunci utama apakah bisnis kita bisa berlanjut atau tidak. Sementara di luar sana, banyak UMKM level mikro yang tidak punya kemampuan untuk menyewa jasa penasehat keuangan. Dan tak perlu khawatir, hasil analisa di dalam fitur UMKM Detector juga disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga bisa dipahami oleh siapa saja.
3. Kesiapan Berkompetisi dan Kelayakan Investasi
Tes ketiga dari fitur UMKM Detector dirancang untuk mengetahui seberapa baik daya saing usaha yang kita bangun di pasar industri sejenis. Di fitur ini kita akan membantu untuk mengurutkan peringkat UMKM yang terdaftar di fitur sesuai dengan kategori masing-masing industri sehingga memudahkan para investor untuk memilih usaha terbaik yang bisa ditanami modal. Dengan begini, peluang pemilik usaha untuk bertemu dengan investor potensial semakin besar.
Diluar dari ketiga fitur utama tersebut, UMKM Detector juga akan memberikan rekomendasi kelas-kelas pembelajaran online bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas diri berdasarkan data hasil tes.
Jika pelaku UMKM dirasa masih kurang di bagian pengembangan produk, makan fitur secara otomatis akan menawarkan kelas pembelajaran terkait riset pasar dan pengembangan produk. Jika pelaku UMKM dirasa masih ada masalah di bagian operasional, maka fitur juga akan secara otomatis menawarkan kelas-kelas terkait seperti manajemen rantai pasok, manajemen SDM, dll. Dengan begini, perlahan-lahan kualitas pengusaha-pengusaha muda di Indonesia juga perlahan-lahan akan meningkat.
“Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM (2021) terdapat 65,5 juta UMKM di seluruh Indonesia dengan serapan tenaga kerja 119,6 juta tenaga kerja. Hal ini menjadi potensi yang besar bagi perkembangan negara dan stabilitas ekonomi bangsa Indonesia. UMKM juga menjadi salah satu pilar penting bagi perekonomian bangsa sebab telah mampu berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07% atau senilai 8,573,89 triliun rupiah. Harapannya UMKM Detector ini mampu menjawab kebutuhan pegiat UMKM dalam mengembangkan bisnisnya sehingga mampu mendorong bisnis UMKM untuk jadi lebih kuat.” Ikhwan Ferdian, CEO Siger Innovation Hub






















Discussion about this post