Lampung Geh, Bandar Lampung – Pekerjaan proyek Jembatan Pulau Pasaran di Lampung senilai Rp 2,4 miliar macet hampir satu bulan, Kamis (6/1).

Terhambatnya pekerjaan ini akibat belum tersedianya material pembangunan jembatan yang berlokasi di Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung.

Berdasarkan pantauan Lampung Geh, kondisi Jembatan Pulau Pasaran sendiri sangat memprihatinkan. Sebagian tepi jembatan sudah ambruk, baik kanan maupun kiri.

Bahkan, warga sekitar mengatakan ketika air pasang banjir rob terjadi hingga menenggelamkan Jembatan Pulau Pasaran. Ketinggian air dari atas jembatan bisa mencapai 50 cm.

Akan tetapi, warga yang menyebrang Jembatan Pulau Pasaran masih harus bersabar, lantaran proyek pembangunan jembatan masih terhambat.

Menurut Pengawas lapangan proyek jembatan, Toni mengatakan kendala dari pembangunan tersebut karena belum tersedia lagi material jembatan.
“Kalau yang masalahnya gitu saya kurang tau karena kita hanya terima barang (material pembangunan jembatan) itu ada di tempat, baru kita kerjain,” kata Toni.
Toni melanjutkan, dana pembangunan tersebut belum cair dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Namun mengenai nominal anggaran itu, Ia tidak mengetahuinya.
“Waktu itu sudah ada perencanaan pembangunan jembatan, kami juga sudah uji coba alat. Kalau kami pekerja ini gerak berdasarkan perintah dari kantor, kalau material sudah ada pasti langsung dikerjakan. Mudah-mudahan secepatnya ada kiriman material,” ungkap Toni.
Sehingga, sampai saat ini pekerja yang berjumlah 9 orang dari Palembang ini belum bisa melanjutkan pembangunan tersebut.
“Kurang lebih jalan 3 Minggu (berhentinya pembangunan jembatan),” lanjutnya.
Mengenai kelanjutan dari pihak dinas terkait, Toni mengatakan belum dapat arahan lebih lanjut, “Belum, belum ada, informasi ke kita langsung. Tapi nggak tau kalau informasi langsung ke bos kita di sana,” kata Toni.
Namun, Toni mengatakan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung juga sudah meninjau ke lapangan terkait proyek tersebut.
Warga sekitar, Puji, sangat berharap pembangunan jalan cepat selesai. Pasalnya, ini adalah satu-satunya akses menuju Pulau Pasaran.
“Harapan saya segera cepat jadi, biar jangan menghambat segala-galanya,” kata Pujim
Meskipun melewati jembatan tersebut sudah biasa bagi Puji, tapi kondisi jembatan rusak sangat menghambat akses dirinya yang harus bolak-balik melalui Pulau Pasaran.
“Takut si enggak. Tapi karena rusak-rusak kayak gini ya menghambat gitu. Harapan Cepat segera jadi biar enak,” ungkapnya.
Di samping itu, berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bandar Lampung, tender proyek rehabilitasi jembatan Pulau Pasaran sudah dimulai dari tahun lalu, yaitu 28 April 2021.
Namun, sampai saat ini masih belum rampung pembangunan jembatan yang membahayakan keselamatan penyeberang.
Untuk diketahui, proyek tersebut diikuti oleh 9 rekanan. Kemudian proyek tersebut dimenangkan oleh CV Ganesha Mandala Karim dengan nilai penawaran Rp 2.315.390.000 dengan bersumber dari APBD tahun 2021. (*)






















Discussion about this post