Lampung Geh, Bandar Lampung – Puluhan petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung gelar unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kota Bandar Lampung keluhkan gajinya yang belum dibayar, Jumat (27/5).
Petugas kebersihan DLH Bandar Lampung dengan berpakaian khas baju dominan hijau merah mendatangi kantor DPRD Kota Bandar Lampung. Massa yang tergabung dalam Persatuan Pekerja Kebersihan Bandar Lampung (P2KBL) ini melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD lantaran gajinya belum dibayar selama satu bulan untuk tahun 2021.
Arpan, perwakilan massa dalam orasinya mengatakan bahwa janji Pemkot Bandar Lampung untuk membayarkan upah petugas kebersihan adalah bohong.
“Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana pembohong, sampai hari ini masih ada upah pekerja kebersihan yang belum dibayar,” katanya menggunakan pengeras suara.
Meskipun hanya berjumlah tak sampai 50 orang, dirinya menegaskan agar masa aksi tidak gentar dalam memperjuangkan haknya. Setelah beberapa saat menyuarakan orasinya, sejumlah perwakilan masa aksi diterima untuk audiensi dengan anggota DPRD.
Secara keseluruhan, Arpan menyebutkan apa yang menjadi tuntutan demo, yaitu membayar gaji petugas kebersihan dan transparansi sarana prasarana. “Karena baju (seragam) saja mereka harus menebus 200 ribu hingga penggantian ban kendaraan dengan biaya sendiri. Kami ingin tahu, ada anggarannya atau tidak,” sebutnya.
Demo tersebut juga menuntut kenaikan upah secara transparan. “Upah teman-teman pekerja kebersihan di SK Wali Kota sebesar Rp2 juta, sedangkan yang terdaftar di BPJS sebesar Rp2,4 juta, sementara UMK hari ini hampir Rp2,7 juta,” jelasnya.
Sebelumnya, para pendemo akan menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemkot Bandar Lampung, namun akses di Jalan Dr. Susilo sudah dialihkan dan dijaga personel keamanan. Akhirnya, massa beralih tempat dan melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Kota Bandar Lampung. (*)
—
Penulis: Sidik Aryono
Editor: Astrid Wendiannisaa






















Discussion about this post