Lampung Geh, Bandar Lampung – Beredar isu penyekapan yang dilakukan sejumlah orang terhadap Rektor Institut Maritim Prasetiya Mandiri di kampus di Jalan Pelita I, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Kamis (14/7)
Isu tersebut tersebar melalu pesan WhatsApp yang menyatakan adanya penyekapan Rektor Institut Maritim Prasetiya Mandiri di kampus.
Berdasarkan pantauan Lampung Geh Kamis (14/6) sore, pintu gerbang kampus tampak tertutup rapat. Telihat juga beberapa aparat kepolisian yang sedang berjaga di luar kampus.
Rektor Willem Nikson Sitompul mengatakan dirinya ditahan setelah adanya konflik internal yang terjadi antara pimpinan dan yayasan.
“Saya bukan disekap tapi ditahan pihak kampus. Karena saya disodori pemecatan secara sepihak,” katanya.

Willem menambahkan dia dipaksa untuk menerima surat pemecatan berdasarkan dengan alasan berdasarkan evaluasi yayasan, kinerjanya selama setahun kurang baik.
“Padahal saya sudah membiayai operasional kampus, tapi tetap dianggap tidak berhasil memimpin kampus,”imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan kampus, Bambang membantah adanya penahanan terhadap sang rektor.
“Itu hoaks dari pengacara rektor, karena rektor sendiri berada di ruangannya tanpa intimidasi apapun,”ktanya.
Mengenai surat pemecatan, Bambang mengatakan itu merupakan rapat evaluasi yayasan.
“Tidak ada penahanan, pintu gerbang pun bisa dibuka, tidak ada yang menghalangi rektor keluar masuk,”pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Kedaton, Kompol Atang mengungkapkan, pihaknya sempat menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di kampus itu.
“Tadi kami sudah cek ke dalam dan nggak ada itu penyanderaan, cuma butuh bantuan saja,” katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya kuasa hukum rektor sempat memberi informasi dan meminta bantuan kepada polisi. Makanya polisi berjaga di sana.
“Tadi kuasa hukum (rektor) datang ke kantor minta bantuan. Rupanya ini ada kesalahpahaman di internal mereka,” tuturnya. (*)
—
Penulis: Sinta Yuliana
Editor: Astrid Wendiannisaa






















Discussion about this post