
Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang kepala desa di Lampung Selatan, Helmi Yusuf sempat menghubungi Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan untuk meminta petunjuk dan arahan berkaitan keponakannya berinisial ZAG yang hendak masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) pada tahun 2022.
Helmi mengaku, kenal dekat dengan Zulkifli Hasan bahkan pernah menjadi tim sukses (timses) saat Zulkifli Hasan menjadi anggota DPR.
Hal ini terungkap saat Helmi Yusuf dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Unila yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Kamis (2/3).
Dalam keterangannya, Helmi mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan Zulkifli Hasan. Bahkan diakuinya, pada tahun 2019 Zulkifli Hasan sempat hadir dan memberikan sambutan dalam acara pengajian keluarganya.
“Waktu itu acara haul ibu saya ngundang Pak Zulhas, kebetulan waktu haul itu di rumah adik saya. Pak Zulhas datang, bahkan dia yang sambutan mewakili keluarga,” kata Helmi Yusuf di persidangan.
Atas dasar kedekatan itulah, dia menghubungi Zulkifli Hasan untuk meminta bantuan berkaitan keponakannya yang ingin masuk di Fakultas Kedokteran Unila.
“Ponakan saya mau masuk Unila, lalu saya punya inisiatif, kebetulan saya hubungi Pak Zulkifli Hasan melalui WhatsApp, saya hanya memberi kabar saja, tapi tidak dibalas,” ujarnya.
Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan sempat menegur saksi Helmi Yusuf saat memberikan penjelasan seperti itu. Menurutnya, berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik KPK, Helmi bukan hanya menanyakan kabar saja.
“Bapak jawab yang benar, bapak bukan hanya menanyakan kabar saja, diperiksa oleh KPK bapak itu chat ke Zulhas begini isinya ‘Assalamualaikum bagaimana saudaraku, semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat, Aamiin. Saudaraku Alhamdulillah ponakan saya telah lulus dari SMA dan mendapatkan peringkat 6 jurusan terbaik di sekolah. Bagaimanakah kedepannya agar ponakan lebih baik, mohon petunjuk dan arahan selanjutnya’. Begitukan?” kata hakim Lingga.
“Iya betul Pak,” jawab saksi Helmi.
Helmi mengaku, menghubungi Zulhas dengan alasan hanya ingin meminta arahan dan petunjuk.
“Saya hanya minta pendapat Pak mau ke mana arah ponakan saya. Bukan berarti dia (Zulhas) supaya berbuat sesuatu itu nggak ada juga, nggak pernah saya. Saya mohon arahan saja, paling tidak kan ponakan saya punya peringkat kira-kira sebaiknya ke mana masuknya,” jelas saksi Helmi.
Helmi juga menerangkan setelah menghubungi Zulkifli Hasan dan tidak direspons, ia akhirnya memberikan nomor Zulhas kepada adiknya bernama Ahmad yang tak lain ayah dari ZAG.
Setelah memberikan nomor Zulhas kepada adiknya, ia tidak mengetahui lagi proses selanjutnya hingga ZAG diterima di Unila, termasuk adanya pemberian uang. (Lih)






















Discussion about this post