
Lampung Geh, Bandar Lampung – Kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMK Negeri di Lampung tak terpenuhi sekitar 4.000 siswa.
Padahal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menyediakan kuota untuk SMK Negeri sebanyak 28.851 siswa di 110 SMK Negeri se-Lampung.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Provinsi Lampung, Edy Hardjito mengatakan, salah satu penyebab 4.000 kuota tak terpenuhi karena pendaftar lebih memilih jurusan favorit, sehingga terdapat jurusan yang sepi peminatnya.
“Jadi ternyata pendaftar ini lebih memilih jurusan favorit, misalnya di SMK Negeri 2, jurusan favoritnya teknik mesin, TKRO, TBSM, TKJ, RPL, kemudian di sekolah lain juga begitu. Nah ada jurusan minim peminat seperti pertanian, peternakan, kriya. Ini tentunya menjadi PR kita bersama,” kata Ketua MKKS SMK Provinsi Lampung Edy Hardjito yang juga Kepala SMK Negeri 2 Bandar Lampung, Selasa (18/7).
Edy mengungkapkan bahwa sebenarnya jurusan yang sepi peminat tersebut juga merupakan jurusan yang baik.
“Misalnya pertanian bagaimana kita semua menggerakkan bahwa sekolah di pertanian akan menjadi petani milenial, kemudian di jurusan bangunan, bisa menjadi calon asisten insinyur teknik sipil, nah itu perlu dipahami. Karena semua jurusan juga dibekali ilmu dan kompetensi yang sesuai,” ungkapnya.
Sementara itu, terhadap kuota sebanyak 4.000 siswa yang tak terpenuhi tersebut, Edy menjelaskan bahwa saat ini kuota tersebut dikosongkan, karena menurutnya, proses PPDB juga sudah selesai dan kini sudah memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“Kita tidak boleh membuka gelombang kedua, jadi biarkan kosong. Kemudian teman-teman SMK swasta kan juga harus hidup, harus dapat siswa. Kita tidak boleh semena-mena hanya ngurusin negeri, itulah makanya SMK di Lampung ini kebersamaan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Edy mengatakan, proses PPDB SMK se-Lampung tidak menemukan banyak persoalan. Sebab, penerimaan jalur SMK tidak melalui zonasi.
“Alhamdulillah tidak banyak masalahnya, karena SMK ini lebih nyaman dan tidak ada zonasi. Kita tahu kan yang banyak masalah itu dari zonasi,” tandasnya. (Lih/Put)




















Discussion about this post