Lampung Geh, Bandar Lampung – Soal viral dirinya di sejumlah media pemberitaan, ASN di Pemerintahan Provinsi Lampung ini mengungkapkan kejadian di halaman Museum Lampung, Jumat (13/8).
Arfan, ASN yang berada di video tersebut mengklaim dirinya tidak bertindak seperti pernyataan pihak lain atas insiden bubur ayam, Kamis (12/8) pagi.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan spontan karena bubur yang ia pesan tak kunjung datang. Pasalnya, pengunjung yang baru datang malah mendapatkan pelayanan terlebih dahulu.
“Mungkin kejadian itu penjual bubur itu lupa kalau saya sudah pesan terlebih dahulu,” ungkapnya.
Saat itu pun, Arfan mengatakan dirinya juga hendak pergi ke dokter. Ia mengatakan membelinya bubur memang anjuran dokter karena pekan depan akan melakukan operasi.
“Saya kan buru-buru mau ke dokter dan mampirlah saya ke sana, saya perhatiin beberapa menit nggak dateng (bubur ayam). Tapi ada baru dateng dilayani saya pikir di saya tapi ternyata ke orang yang baru dateng. Yang kedua dateng kirain untuk saya ternyata engga juga,” jelasnya.
Tindakan spontan dirinya yang menepuk meja hingga mengeluarkan bunyi ‘brak’. Sambil menegur penjual bubur ayam.
“Kan saya lagi buru-buru sambil menepuk meja dan bilang jangan gitu (harusnya dirinya diberikan pelayanan bubur ayam terlebih dahulu),” katanya.
Saat kejadian tersebut pun penjual bubur tidak berkomentar apa pun. Namun, dari pengakuannya seorang yang merekamnya malah menegurnya.”
Saya pergi justru dia (Royan) ini ngikutin saya. Malah dia ini bilang sini-sini kamu, kamu nggak boleh kayak gitu,” terangnya.
“Saya bilang emang kapasitas kamu apa. Malah dia bilang saya ini pembela rakyat kecil. Dimulai dari itu timbullah perdebatan antara saya dan dia,” lanjut Arfan.
Perdebatan itu pun terjadi, lanjutnya, kemudian melepaskan buka baju. Sebab, baju yang dikenakan merupakan baju PNS.
“Sampai saya mau parkir di videoin saya. Yang kemudian video itu viral,” lanjutnya.
Mengenai batu yang dilemparkan, ia membantah akan melemparkan batu. Sebab, ia mengatakan hanya bergaya (action) saja.
“Di gambar (video) katanya saya ngambil batu mau ngelempar. Liat mana ada batu dan mau ngelempar itu kan paping semua di situ. Action itu. Dia (pelapor) malah bilang saya mau ngelempar,” terangnya.
Terkait laporan yang ditujukan padanya atas dugaan percobaan penganiayaan, ia akan mengikuti apa prosesnya. Arfan mengungkapkan akan berkerjasama.
“Karena sudah melangkah keranah hukum ya saya ikutin alurnya aja. Saya ikuti proses apa yang dilakukan proses tersebut,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Arfan sebagai pria yang ada pada video viral tersebut dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung. (*)






















Discussion about this post