
Lampung Geh, Pesawaran – Lampung Geh, Pesawaran – Yusniar, Ibu MA (17) seorang pelajar salah satu SMK di Kalirejo, Lampung Tengah merasa ada kejanggalan atas kematian anaknya.
Hal itu diungkapkan Yusniar saat ditemui Lampung Geh di kediamannya di Gebang, Teluk Pandan, Pesawaran, Kamis (8/6).
Ia mengatakan bahwa dirinya mengetahui anaknya meninggal saat tiba di Rumah Sakit Kartini, Kalirejo, Lampung Tengah. Sebelumnya, pihak sekolah menghubungi keluarga dan mengatakan bahwa MA sakit.

“Awalnya saya dibohongi kalo anak saya sakit, cuman pas udah nyampe itu baru dikasih tau kalo udah meninggal. Meninggal nya juga dengan keadaan mengenaskan, mukanya lebam, giginya ilang satu, keluar darah dari kemaluannya juga,” katanya, Kamis (8/6).
Yusniar melanjutkan berdasarkan keterangan dari pihak sekolah dan rumah sakit, anaknya meninggal akibat infeksi pembuluh darah.
“Keterangan dari sekolah ngomongnya sakit perut terus dia kena infeksi akhirnya meninggal,” ungkapnya.
“Dari rumah sakit juga sama, katanya infeksi nya terlalu tinggi akhirnya menjadi lebam. Terus kata saya, emang karena infeksi tinggi itu nyampe gigi copot? terus saya nanya emang dokter pertama kali periksa nggak liat kondisi gigi?kata dokter nggak sadar. Di mana-di mana dokter kan kalo periksa pasiennya suruh buka mulut dulu, tapi yah jawabnya infeksi itu,” tuturnya.
Atas kejanggalan tersebut, akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Mapolres Lampung Tengah.
“Kita berharap, untuk saya pribadi sebagai ibu nya saya pengen untuk pelaku bertanggung jawab atas kematian anak saya, saya pengen hukumannya secara setimpal,” pungkasnya. (Yul/Put)






















Discussion about this post