Lampung Geh, Bandar Lampung – Terkait mixing vaksin atau vaksinasi dengan merk berbeda, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung menyarankan agar menyelesaikan atau melengkapi dosis satu merk vaksin terlebih dahulu.
“Tidak ada ruginya dengan vaksin yang berbeda, karena dapat cross antibodi,” ujar Ketua IDI cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed saat diwawancarai awak media, Senin (6/9) di Bandar Lampung.
Namun, untuk vaksin dosis ketiga sebaiknya menggunakan merk atau platform yang berbeda. “Sebaiknya Moderna, karena yang Sinovac sudah dua dosis. Jadi kalau dapat vaksin Moderna untuk dosis ketiga itu sistem inunitas yang cross (bersilang). Kalaupun dapat Sinovac lagi sebenarnya nggak papa, tapi itu hanya satu jenis platform,” jelasnya.
“Sekarang pakai vaksin yang ada dulu, kalau dia sejenis, maka akan memperkuat yang sudah ada. Sekarang ini tidak usah milih-milih (merk vaksin), kalau beda merk dia cross imunitas, jadi nggak ada ruginya dan nggak masalah,” jelasnya.
Aditya mengatakan, semua merk vaksin saat ini masih terus diteliti, dan di beberapa negara juga direkomendasikan vaksin dosis ketiga. “Karena kalau satu platform, di Indonesia meski sudah vaksin masih kena juga (positif COVID-19, makanya dianjurkan untuk menggunakan platform yang berbeda pada vaksin dosis ketiga,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post