Lampung Geh, Bandar Lampung – Mayat wanita yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Sabah Balau, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, ternyata Putri Andini (15) warga Bandar Lampung.

Putri Andini masih tergolong anak di bawah umur. Pasalnya, ia masih duduk di kelas 9 di SMP Negeri di Bandar Lampung.
Hal ini dibenarkan Wulan (40) warga Jalan Teluk Semangka, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, saat ditemui Lampung Geh.
“Dia anak sini, tinggal sama Neneknya. Namanya Putri Andini,” kata Wulan.
“Masih umur 15 tahun. Dia kelas 3 di SMP di deket sini juga,” lanjutnya.
Menurut Wulan, sebelum diketahui bahwa Putri Andini anak dari Nanang menjadi korban dugaan pembunuhan di Desa Sabah Balau, pihak keluarga sempat mencari-carinya.
“Pokoknya sekitar 10 hari yang lalu dari hari ini sempet dicari-cari sama neneknya. Tapi kita juga ga tau informasi,” ungkapnya.
“Pas kita denger berita penemuan mayat yang di Sabah Balau juga kita belum tau kalo dia (Putri Andini) korbannya,” lanjut Wulan.
Akhirnya, pihak keluarga dan tetangga diberikan informasi dari pihak kepolisian bahwa penemuan mayat wanita di Sabah Balau, Tanjung Bintang, adalah Putri Andini.
Mengenai penyebab kematian Putri Andini, Wulan menyatakan belum mengetahui lebih lanjut. Namun, informasi yang beredar Putri Andini merupakan korban pembunuhan setelah sebelumnya diperkosa.
“Belum dijelasin meninggalnya kenapa, tapi katanya dibunuh. Tapi sebelumnya diperkosa juga,” ungkap Wulan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Hendra Saputra membenarkan korban telah diketahui identitasnya. Korban juga warga Bandar Lampung.
“Iya sudah diketahui, hari ini dimakamkan di Bandar Lampung,” kata Hendra.
Disinggung soal hasil autopsi, Hendra masih enggan memaparkan. Pihaknya juga belum mau menyatakan apakah mayat wanita tersebut merupakan korban pemerkosaan dan pembunuhan.
“Nanti ya, masih pengembangan. Nanti akan kita kabarkan setelah hasil keluar, ya,” jelas Hendro.
Sempat disinggung warga setempat mengenai adanya penangkapan beberapa pelaku, Hendra membantah terkait hal tersebut.
“Belum, saat ini kita masih pengembangan, nanti kalau sudah ditangkap bakal dikabari,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post