Lampung Geh, Bandar Lampung – Luncurkan Campus Garden, Unila dukung upaya konservasi tanaman langka, khususnya spesies anggrek yang ada di Indonesia, Jumat (11/6).
Unila Campus Garden dibangun untuk mendukung upaya pembelajaran dan praktik bagi semua civitas akademika Universitas Lampung (Unila). Unila Campus Garden merupakan bentuk kepedulian dalam upaya konservasi “tanaman yang dilindungi”.
Campus Garden juga bertujuan untuk mendukung peningkatan biodiversitas dan green sustainability di lingkungan kampus. Program ini juga sebagai upaya menekan laju emisi rumah kaca, mendukung pencapaian SDGs pada poin 13 dan 15 dan mendukung pemeringkatan Greenmetric Unila.

Campus Garden merupakan ruang terbuka yang bukan hanya sekedar taman yang dibangun sebagai tempat relaksasi, namun juga merupakan “model taman” yang dibuat sebagai salah satu bukti untuk upaya konservasi tanaman langka terutama anggrek-anggrek spesies yang terancam punah.
“Tema yang diusung oleh campus garden adalah “Konservasi Anggrek Spesies Indonesia” terutama anggrek spesies yang berasal dari Pulau Sumatra seperti Phalaenopsis amabilis, Anggrek ekor tupai (Rhynchostylis retusa), anggrek kuku macan (Aerides odorata), Vanda foetida dan Dendrobium bigibbum, dan lain-lain,” ujar Wakil Rektor II Unila Bidang Umum dan Keuangan Asep Sukohar.
Unila Campus Garden juga diharapkan dapat menjadi branding bagi Universitas lampung sebagai kampus hijau yang peduli terhadap program konservasi flora dan fauna. Awalnya kegiatan konservasi anggresk spesies ini diinisiasi oleh Komunitas Unila Orchid Lover yang merupakan kumpulan dari dosen dan tenaga kependidikan di Unila yang mempunyai hobi dan cita-cita bersama untuk menjadikan Unila sebagai salah satu tempat konservasi tanaman anggrek spesies di Indonesia.
Penanaman anggrek yang dimulai dari Fakultas Teknik Unila yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2021, bertepatan dengan Biodiversity International Day. Acara tersebut terlaksana dengan dukungan pendanaan “Hibah Pengabdian Masyarakat Unila 2021. Program konservasi ini telah berhasil menanam sebanyak 700 tanaman anggrek yang terdiri dari 17 spesies yang sebagian berasal dari sumbangan masyarakat dan Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Provinsi Lampung.
Ketua pelaksana Unila Garden Campus, Elida Purba mengatakan, berencana mendaftarkan anggrek spesies baru hasil kloning yang dimiliki oleh Unila.

“Jadi baru rencana mendaftarkan, dengan nama yang sudah kita rencanakan. Karena ini internasional belum tahu apakah lolos atau tidak. Nama yang sudah kita punya ada, Denrobium Karomani, Denrobium Sukohar, dan Denrobium Unila Campus Garden,” ujarnya.

Untuk proses pendaftaran nama anggrek yang direncanakan, menurut Elida akan memerlukan tahapan yang tidak sebentar, dan hanya anggrek yang belum mempunyai nama yang akan disetujui.
“Ini rencana namanya, kita lagi membeli dan menelusuri tanaman anggreknya, lalu didaftarkan ke London. Pastinya anggrek itu belum punya nama, baru bisa disetujui. Tapi untuk mendaftarkan nama itu butuh proses, dana dan waktu,” tandasnya.
Guna mendukung Greenmetric Unila, kegiatan penanaman akan terus digalakan oleh Unila melaui semua unit kerja. “Kita nanti kompetisikan antar unit kerja agar konservasi ini berjalan. Seperti di momen dies natalis nanti,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post