Lampung Geh, Bandar Lampung – Gelar Temu Industri dalam rangka Focus Group Discussion (FGD), Telkom Witel Lampung sinergi dengan SMK jurusan TKJ-TJKT se-Lampung cetak SDM Industri yang berkompeten dan berdaya saing golobal, Kamis (7/10).
FGD yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Lampung dihadiri perwakilan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), yang juga telah menjalin hubungan kerjasama dengan Telkom Witel Lampung.

GM Witel, Susila Shane Bona Paska mengatakan bahwa, Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi. Namun, berdasarkan hasil sensus penduduk 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa, dengan jumlah usia produktif mencapai 70 persen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki masa bonus demografi. Maka, dalam rangka berkontribusi mencetak lulusan berkualitas, PT Telkom bersinergi dalam bidang pendidikan, khususnya SMK dengan jurusan TKJ-TJKT.
Shane mengungkapkan FGD ini adalah inisiatif Telkom Lampung untuk lebih proaktif bersinergi dengan SMK di Lampung. SMK yang diundang mewakili daerah-daerah di Lampung, yang ke depan juga dapat menjalin kerjasama untuk pengadaan laboratorium Fiber Optik (FO).
“Kita ingin di Lampung banyak SMK yang memiliki Lab FO, sehingga lulusannya di bidang TKJ-TJKT memiliki kompetensi itu,” ujarnya.
Sebelum sesi FGD juga dilakukan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Telkom Lampung dengan SMK yang diundang yakni ada 13 sekolah. Sementara SMK yang sudah memiliki Lab FO atas kerjasama dengan PT Telkom Lampung ada 3 sekolah.
“Melalui MoU tersebut, PT Telkom siap menerima siswa SMKnya untuk PKL, jadi siswa mendapatkan salah satu kompentensinya, dan juga sebagai benefit untuk sekolah,” katanya.
Pihak PT Telkom juga memberikan kepada tenaga guru di SMK sebelum pengadaan Lab FO. Sehingga, guru yang sudah tersertifikasi siap memberikan kepada siswanya setelah Lab FO jadi dan siap digunakan.
“Untuk para siswa, saat PKL bisa dilibatkan di Lapangan, sehingga bisa melihat realita dunia kerja, terutama tentang jaringan kita. Ke depannya mungkin pengalaman yang didapatkan juga bisa memberi peluang untuk direkrut di berbagai operator jaringan, bukan hanya Telkom,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Zuraida mengatakan, saat ini tercatat ada 485 SMK di Lampung, sedangkan yang memiliki jurusan TKJ sebanyak 307. Pekerjaan rumah lainnya adalah, ketika lulusan SMK tak dapat diserap oleh lapangan kerja, yang kemudian menimbulkan pengangguran.
“Beda dengan SMA, lulusannya diproyeksikan untuk melanjutkan ke kuliah. Sedangkan SMK, lulusannya diproyeksikan bisa langsung bekerja atau siap kerja,” kata Zuraida.
Maka, saat ini SMK sangat penting menjalin kerjasama dengan perusahaan sebagai bentuk revitalisasi agar setiap tahun lulusannya bisa diterima di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Sejalan dengan hal tersebut juga dilakukan penyesuaian kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Ini perlu kerjasama kita semua agar lulusan SMK, terutama TKJ-TJKT bisa diterima di dunia kerja,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post