Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung akan melakukan vaksinasi di sejumlah titik pintu perbatasan. Hal ini dilakukan untuk percepatan vaksinasi di kota setempat, jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 akhir Desember nanti, Senin (6/12).
Adapun titik pintu masuk Bandar Lampung yang dimaksudkan yaitu sesuai titik penyekatan seperti Rajabasa (Bundaran Tugu Raden Intan), di penyekatan Kemiling, Lematang, Panjang, dan Sukarame.
Namun, titik vaksinasi ini bukan vaksinasi lampu merah seperti yang disebut Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana sebelumnya.
“Kalau yang vaksinasi lampu merah itu belum. Ini vaksinasi di titik penyekatan, yaitu di lima titik perbatasan Bandar Lampung,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi dan capaian target vaksinasi kepada masyarakat, terutama masyarakat yang belum divaksinasi. Guna kelancaran program tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung akan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
“Kalau untuk sasaran (vaksinasinya) itu kepolisian nanti yang akan menangani, mereka yang berhentikan (kendaraan yang melintas), kalau kami hanya bertugas memvaksin saja. Dan tidak menutup kemungkinan ada warga Bandar Lampung yang pergi keluar kota, dan kembali ke sini tapi belum vaksin,” tuturnya.
Dia mengatakan, merk yang digunakan dalam vaksinasi di perbatasan adalah vaksin merk Sinovac. Menurutnya, vaksinasi sudah berjalan pada hari ini. “Kita siapkan banyak, pokoknya berapa pun butuhnya ada. Tapi kita kasih dulu nanti 100 tiap titik vaksinasi,” lanjutnya.
Desti menambahkan, pengendara yang diberhentikan bisa menunjukan kartu vaksinasinya lewat aplikasi Peduli Lindungi atau memperlihatkan KTP kepada petugas vaksin. “Kartu vaksin boleh, Peduli Lindungi bisa, KTP juga bisa kan dengan KTP kita bisa cek dia sudah vaksin atau belum,” katanya.
Tim vaksinator dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung juga akan melakukan pendekatan secara persuasif bagi masyarakat yang tidak bersedia divaksin saat melintas titik penyekatan.
“Kalau ada yang tidak mau ya nanti kita edukasi, dan diberi tahu mereka pentingnya vaksinasi itu untuk bangun antibodi kita,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post