Lampung Geh, Bandar Lampung – Ribuan warga antusias mengikuti antre vaksinasi massal hingga nampak berkerumun di GSG Unila, Senin (26/6
Vaksin yang sebelumnya disiapkan 3.500 ini ternyata kurang, sebab membludaknya masyarakat sekitar termasuk mahasiswa Unila yang akan menjalani vaksin.

Sayangnya, antusias warga yang melebihi target untuk vaksin di GSG Unila menimbulkan kerumunan. Penggunaan masker tetap dilakukan sebagai salah satu upaya protokol kesehatan.

Namun, dalam hal jaga jarak terlihat kurang diperhatikan. Pasalnya, kursi sebagai tempat tunggu sebelum masuk GSG sangat terbatas. Banyak masyarakat dan mahasiswa harus berdiri berbaris menunggu giliran.

Akibatnya, beberapa masyarakat dan mahasiswa kurang tepat dalam mematuhi protokol kesehatan bagian menjaga jarak.
Kemudian, bagi masyarakat dan mahasiswa yang sudah bergilir masuk ke GSG Unila untuk tahap selanjutnya. Lagi-lagi, kerumunan massa di dalam GSG Unila juga terjadi.
Tak jauh beda dengan kondisi anterean di luar, dalam pantauan Lampung Geh, masyarakat dan mahasiswa yang akan melakukan vaksinasi COVID-19 di dalam GSG Unila juga kurang tepat dalam menjaga jarak.Bahkan, pihak kepolisian daerah (Polda Lampung) terlihat kewalahan atas membludaknya massa yang akan vaksin. Namun, upaya mengajak massa yang berkerumun di lantai dasar untuk naik dan menunggu di tribun atas.
Nampak kesulitan, tetapi upaya tersebut terpantau mengurangi kerumunan sebelumnya. Walaupun, tetap ada massa berkerumun di GSG Unila.
Salah satu mahasiswa yang ikut mengantre adalah Naura mahasiswa Kimia FMIPA Unila. Naura mengatakan sedikit khawatir karena ingin vaksin, tapi massa membludak.
“Dateng pagi jam 08.00 WIB ternyata udah ramai banget, antrenya panjang,” kata Naura.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiyatno mengatakan bahwa warga yang akan melakukan vaksin memang lebih dari vaksin yang disiapkan sebelumnya.
“Kalau kita lihat antusiasnya luar biasa. Jadi sampai 5.000 sudah kita stop. Bagi yang belum mendapatkan formulir kita vaksin besok atau hari selanjutnya,” kata Hendro.
Hendro juga mengatakan bahwa pemberian vaksin gratis ini tidak boleh diberhentikan. Apabila untuk hari ini sudah habis, maka harus segera menyiapkan kembali supaya semua dapat vaksin.
“Kita tidak boleh stop vaksinasi ini. Kalau habis ya kita harus siapkan, lagi.” tutup Hendro. (*)






















Discussion about this post