Lampung Geh, Bandar Lampung – Berjualan pempek di tengah masa PPKM Level 4 bukan sesuatu hal yang mudah. Salah satu warga Bandar Lampung yang terdampak adalah Novia Malinda.
Novia Malinda (29) merupakan Alumni Teknik Elektro Universitas Lampung angkatan 2010. Kini Novia sedang menjalani usahanya menjual makanan, yaitu Pempek Homemade.
“Aku jualan pempek homemade Lampung. Sebenarnya bukan aku yang buat pempeknya, aku lebih ke marketingnya. Aku sudah memasarkan dan menjual dari Aceh hingga ke Bali meliputi semua pulau di Indonesia. Aku juga menjualnya di Shopee dan Tokopedia,” kata Novia.
Soal kondisi pendapatannya di kala PPKM Darurat ataupun yang kini berubah nama menjadi PPKM Level 3-4, Novia menuturkan pendapatan sangat jauh dari sebelum diberlakukannya PPKM.
“Pendapatanku sangat turun drastis. Bahkan bisa sehari cuma 1 atau 2 KG lalu kosong beberapa hari. Sementara itu, kalau pempek tetap dibuat hanya dengan pesanan sedikit, kami tidak mendapat untung malah cenderung nombok. Begitu pun di Shopee dan Tokopedia, PPKM Darurat sangat berpengaruh dengan kesehatan toko yang memburuk,” ungkapnya.
Selain terdampak PPKM Level 4 ini, Novia juga harus mengumpulkan uang untuk membeli obat. Dimana sudah 11 tahun ini Novia mengidap penyakit vestibular migrain dengan hemi hipestesi dextra. Vestibular Migrain, biasanya dikenal sebagai sakit kepala migrain yang bisa menyebabkan vertigo.
Sejak 2019, Novia membuka galang donasi untuk dirinya sendiri. Mungkin, sejumlah orang melihatnya berbeda. Biasanya orang lain yang membukakan donasi untuk kerabatnya. Namun, Novia membuka donasi itu untuk dirinya sendiri.
“Saya menggalang dana di KitaBisa juga melakukan usaha ini untuk membeli obat. Tetapi galang dana saya juga sedang stuck,” ungkap warga Sukarame ini.
Selain itu, kondisi yang mengharuskan Novia sering mengonsumsi obat membuatnya kesulitan. Ia harus setiap saat menyiapkan uang untuk membeli obat-obatan yang akan habis.
“Saya meminta bantuan keluarga dan saudara juga mereka sedang sulit. Tidak jarang banyak orang baik membantu saya, baik dari teman maupun orang-orang yang membaca utas tentang sakit saya.
“Saat ini saya tinggal bersama Ibu dan keluarga kecil kakak saya menumpang di rumah saudara saya di Sukarame,” terang Novia.
Novia sudah pernah menjalani operasi, bahkan ia telah divonis tidak bisa sembuh. Maka, sampai saat ini ia harus terus mengonsumsi obat-obatan untuk meringankan sakit yang dideritanya.
Hal yang dialami Novia runtut diceritakannya pada halaman kitabisa.com bersama dengan dokumen resmi dari rumah sakit setempat. Kita bisa mengunjungi dan berdonasi di https://kitabisa.com/campaign/noviarawatjalan. (*)






















Discussion about this post