Lampung Geh, Bandar Lampung – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Lampung mencatat, dari Januari hingga Juli 2021 sudah 6 dokter meninggal terpapar COVID-19, Rabu (28/7).
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua IDI Provinsi Lampung dr Boy Zaghlul Zaini. Di tahun 2021, ada 6 dokter yang meninggal terpapar COVID-19, 5 di antaranya meninggal pada bulan Juli 2021.
“Dokter yang telah tutup usia berasal dari Kabupaten Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Kota Metro, dan Bandar Lampung,” kata dr Boy Zaghlul Zaini.
Berikut nama-nama dokter di provinsi Lampung yang tutup usia akibat terpapar COVID-19, selama tahun 2021 :
1. dr Sri Haryati (Ketua IDI Cabang Lampung Utara)
2. Prof dr Muhartono (pengurus IDI Wilayah dan IDI Cabang Metro)
3. dr Ananda Prabowo dari Lampung Tengah
4. dr Sutomo Hendra dari Lampung Selatan
5. dr Aswedi Putra asal Bandar Lampung
6. dr Didiek Arif yang merupakan Ketua IDI cabang Pringsewu yang meninggal pada Januari 2021.
Menurut dr Boy, para dokter terpapar COVID-19 disebabkan banyak faktor. Salah satunya yakni imun yang menurun karena kelelahan bekerja, sehingga rentan terpapar COVID-19.
“Ada juga yang terpapar COVID-19 usai melakukan perjalanan keluar kota. Beberapa dokter terpapar justru saat melakukan pemeriksaan di kliniknya sendiri, yaitu karena alat pelindung diri (APD) yang kurang lengkap,” tuturnya.
IDI Provinsi Lampung telah mengeluarkan beberapa anjuran untuk mengantisipasi bertambahnya dokter yang terpapar COVID-19. Di antaranya, dokter yang telah berusia di atas 50 tahun disarankan tidak melayani praktek secara langsung, yakni dengan melayani konsultasi secara online.
Sedangkan bagi para dokter muda, dia mengimbau agar selalu menjaga imunitas dalam aktifitasnya.”Dokter muda boleh praktek namun tetap menjaga imunitas, jangan sampai stres. Makan tepat waktu. Dokter itu harus menyehatkan dirinya sendiri baru menyehatkan orang lain,” jelasnya. (*)






















Discussion about this post