Lampung Geh, Bandar Lampung – Pasca diamankan terduga teroris yang salah satunya diduga oknum ASN, pengamat hukum di Lampung soroti pengawasan pemerintah kabupaten/kota setempat, Kamis (4/11).
Menurut Yusdianto, adanya kejadian ini dapat memberikan perhatian pemerintah untuk mengevaluasi jajarannya. Pasalnya, ada ASN yang bertugas sebagai guru yang diduga ditangkap atas dugaan terlibat pendanaan aksi terorisme.
“Harus ada evaluasi dari seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota khususnya Pemprov Lampung. Kita juga menduga adanya ini tidak dapat dipungkiri adanya ASN yg terpapar gerakan (terorisme) peristiwa ini,” ungkap Akademisi Universitas Lampung ini.
Yusdianto mengatakan pimpinan pemerintah setempat butuh sebuah tindakan tegas supaya ASN benar-benar menjalankan kewajiban sebagai ASN.
“Supaya benar-benar tidak terlibat gerakan terorisme. Maka, pimpinan daerah sepatutnya untuk mengawasi jajaran di bawahnya,” kata Yusdianto.
Dua hal yang menurutnya bisa dipertimbangkan pemerintah setempat adalah pembinaan dan pengawasan.
“Pembinaan secara continue dan Pengawasan dilaksanakan dengan evaluasi,” ujarnya.
Bahkan, ia melanjutkan, hal tersebut juga harus terus-menerus terkait dengan memantapkan rasa kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta rasa peduli pembangunan daerah.
“Apalagi ASN merupakan garda terdepan membangun semangat kebangsaan,” kata Yusdianto.
Terlebih, mengingat ASN tersebut pasti telah melalui tes CPNS yang mengandung Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Sehingga, kemungkinan adanya paparan saat telah menjadi ASN.
“Kita menduga sudah terpapar teroris setelah menjadi ASN,” katanya.
Oleh karena itu, Yusdianto mengatakan pencegahan dari hal tersebut supaya tidak terulang kembali pun tetap kembali pada pembinaan dan pengawasan dari satuan kerja atau pemerintah yang menaungi. (*)






















Discussion about this post