Lampung Geh, Tanggamus – Pembakaran Kapal Motor (KM) Sekar Tanjung 1 oleh sekelompok warga diduga kesal akibat kapal tersebut beroperasi di perairan Sukabanjar hingga perolehan nelayan tradisional menurun, Minggu (13/6).
Lokasi kapal saat terjadinya kebakaran di wilayah perairan Sukabanjar Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Diketahui kapal tersebut juga sedang beroperasi menangkap ikan.
Berdasarkan informasi yang beredar, nelayan tradisional telah memberikan peringatan KM Sekar Tanjung 1 supaya tidak beroperasi di wilayah tersebut. Namun, peringatan tidak dihiraukan hingga terjadi pembakaran kapal tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/6) pukul 10.00 WIB.

“Awalnya KM Sekar Tanjung 1 yang dinahkodai Rusdi dan 10 orang ABK pukul 08.00 WIB sedang menjaring ikan di wilayah perairan Sukabanjar,” jelas Pandra, Senin (14/6).
Kemudian, sejumlah warga Sukabanjar mendatangi dan menyuruh memberhentikan KM Sekar Tanjung 1. “Sekitar 30 orang ini juga memaksa untuk digiring ke Pelabuhan Batu Balai Tanggamus,” lanjutnya.
Adanya hal ini, personel Pos Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Kota Agung Polda Lampung setelah mendapat laporan dari salah satu warga langsung menuju ke TKP guna mediasi dan menyerahkan KM. Sekar Tanjung 1 kepada petugas.

“Awalnya warga setuju dan kapalpun bertolak menuju ke Kota Agung dengan dinahkodai oleh nelayan setempat. Sedangkan anggota Polairud mengamankan nahkoda dan ABK KM Sekar Tanjung 1 melalui jalur darat,” ungkapnya.
Setelah sampai di tengah laut, warga yang menggunakan perahu berjumlah sekitar 20 orang menghadang dan melakukan pembakaran terhadap KM Sekar Tanjung 1.

“Saat mengamankan bahkoda dan ABK, sejumlah warga yang berada di darat sempat melakukan penghadangan. Namun, petugas Polairud bisa mengamankan nahkoda dan ABK KM Sekar Tanjung 1 ke Satuan Polairud Polda Lampung,” tutur Pandra.
Selanjutnya, Sat Polairud Polda Lampung melakukan pemeriksaan terhadap kejadian pembakaran ini.
“Pihak kami kini masih melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam untuk mengetahui siapa saja pelaku yang terlibat dan apa motif pelaku melakukan pengerusakan KM Sekar Tanjung 1 tersebut,” tutup Pandra. (*)






















Discussion about this post