Lampung Geh, Bandar Lampung – Erick Troopers atau yang disingkat E-Troopers, gerakan sosial healing di bawah yayasan Erick Thohir ini tengah membuat gerakan masif ke pelosok desa. Mulai dari membangun fasilitas umum, hingga taman baca bagi anak anak.

E-Troopers atau Erick Troopers, adalah gerakan sosial healing, atau kegiatan kemanusiaan untuk membangun fasilitas umum yang lokusnya di desa dan kelurahan.

“Selama 4 bulan sudah bergerak di 8 provinsi di Pulau Sumatera, yaitu di Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung, yang totalnya semua 520 titik,” kata Aisyah Ayu Nerindra saat diwawancarai awak media di sela-sela reuni E-Troopers di Hotel Novotel Bandar Lampung, Minggu (30/1).

Gerakan E-Troopers yaitu membangun fasilitas di desa-desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan asas gotong royong, dari rakyat untuk rakyat. “Jadi bukan sekadar membayar tukang lalu membiarkan tukang yang bekerja, tapi ini dari warga untuk warga,” lanjutnya.
Selain di Sumatera, E-Troopers akan bergerak di Jawa Barat, dengan target 1.000 titik di seluruh kabupaten/kota. “Ke depan kita berharap gerakan sosial healing ini dapat menjangkau seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya.
Adapun beberapa fasilitas yang dibangun oleh gerakan ini seperti, lapangan voli, fasilitas olahraga, taman bermain dan taman baca untuk anak anak, dan fasilitas keamanan seperti pos ronda.
“Tapi sebenarnya yang kami buat itu disesuaikan dengan kebutuhan warga desa atau kelurahan. Karena ketika teman troopers datang ke kelurahan atau desa ya kami tanyakan dahulu apa yang dibutuhkan oleh warga. Hal itu yang akan menjadi dasar bagi kita untuk membangun dengan gerakan bersama secara gotong royong,” jelas perempuan yang akrab disapa Ica tersebut.
Di Lampung, E-Troopers telah menjangkau wilayah Bandar Lampung, Kota Metro, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Tanggamus.
Meski berada di bawah naungan Erick Thohir yang notabene saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN, Ica mengklaim bahwa tidak ada sepeser pun kucuran dana dari pemerintah ataupun BUMN. Bahkan untuk donatur pun tidak ada, murni dari Erick Thohir.
“Sosial healing ini bukan di bawah BUMN. Kami tidak mendapatkan dana dari pemerintah. Kegiatan kami murni mendapatkan dana dari pak Erick Thohir. Bayangkan saja pak Erick itu bisa beli Inter Milan, jadi untuk membuat fasilitas ini ya bisalah,” katanya.
Saat ditanya soal keterkaitan E-Troopers dengan isu pencalonan Erick Thohir sebagai Presiden pada 2024, Ica tak berkomentar banyak. Namun, dia berpendapat bahwa apapun langkah Erick Thohir ke depan, E-Troopers akan mendukung.
“Kita lihat saja nanti, kita tunggu dari pak Erick. Kalau kami, apapun yang pak Erick butuhkan ya kita dukung. Seperti gerakan ini di berbagai titik, ya kami siap berangkat, entah nanti ada apa setelahnya, ya kami siap mendukung pak Erick,” tandasnya.
Sementara itu, saat menghadiri acara reuni E-Troopers, Erick Thohir menegaskan bahwa gerakan sosial healing ini memakai uang halal dan tidak ada aliran dana dari pemerintah.
“Ini tidak ada sama sekali setetes uang pemerintah, gerakan di 520 titik kita lakukan dengan halal,” katanya.
Sekelompok orang yang tergabung dalam E-Troopers, lanjut Erick, adalah pahlawan yang secara bergotong, di tengah panas dan hujan, sukarela membantu masyarakat. Bagi Erick, gerakan sosial healing E-Troopers bukan hanya soal kemanusiaan, tapi juga menjalin silaturahmi untuk persatuan bangsa.
“Karena itu saya berharap kita bersepakat, apa yang kita bangun bersama, apinya harus terus menyala. Beberapa bulan kedepan kita tetap lakukan kegiatan untuk mengikat persaudaraan kita, bantu saudara yang susah, membagi kebahagiaan dan mengikat silaturahmi sebagai dasar persatuan bangsa,” pungkasnya. (*)






















Discussion about this post