
Lampung Geh, Bandar Lampung – Forum Ilmiah Tahun Ikatan Surveyor Indonesia (FIT ISI) 2023 resmi digelar di Ballroom, Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (29/11).
Dengan mengusung tema ‘Advance Geospatial Technology to Improve Land Management‘, acara tersebut diselenggarakan pengurus pusat Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Ketua ISI Indonesia, Viviani Suhar mengatakan forum ilmiah tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh pengurus pusat ikatan Surveyor Indonesia.

Viviani mengungkapkan kegiatan tersebut mengundang para surveyor dalam negeri hingga surveyor mancanegara seperti Taiwan, Malaysia, Jepang, hingga Inggris Raya alias United Kingdom (UK).
“Kami memahami pentingnya akademisi dari Geomatika dan pada tahun ini ITERA menjadi partner host yang sejalan. Maka acara ini berjalan dan dilakukan persiapan sejak lama,” katanya.
Lanjut Viviani, kegiatan FIT ISI juga turut menggandeng pihak-pihak akademisi di universitas yang memiliki jurusan geomatika seperti ITERA.
Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Sumaryono sangat mendukung pelaksanaan kegiatan FIT ISI 2023 tersebut.
“Harus sadari seiring perkembangan dunia teknologi, maka pemerintah juga dituntut memahami pentingnya informasi Geospasial,” ucapnya.
Sumaryono menambahkan harapannya para surveyor nanti memiliki kualitas dan kapabilitas tinggi hingga dapat menginformasikan bidang Geospasial nasional secara kredibel, akurat, lengkap, dan dapat dipercaya.
“Jadi peka bahwa informasi geospasial sangat penting dan dasar informasi yang tidak bisa ditinggalkan. Di sinilah pentingnya BIG terus mendampingi tenaga profesionalnya, agar dapat menyampaikan kebenaran data dan bekerja cepat,” imbuh dia.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITERA, Prof I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan kegiatan tersebut sangat relevan dengan Program Studi (Prodi) Teknik Geomatika.
Kegiatan itu juga, lanjut Rektor, membuktikan ITERA aktif memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi di Provinsi Lampung hingga Sumatera.
“Seperti di Way Kanan, ITERA telah kontribusi dengan seratus peta desa untuk mengetahui batas wilayah dengan ketegasan dan formatnya secara legal. Jadi kegiatan semacam ini sangat penting, karena pesat teknologi yang terjadi,” tuturnya.
Disisi lain, Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA, Arif Rohman menuturkan FIT ISI menjadi ajang pembuktian pentingnya bidang Geospasial di tengah-tengah masyarakat.
“Kami ITERA siap membangun Lampung dan Sumatera pada umumnya,” pungkasnya. (Yul/Put)






















Discussion about this post