
Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai menyalurkan bantuan paket sembako senilai Rp 500 ribu yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
Bantuan ini merupakan bantuan dalam program penurunan angka stunting di Lampung.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada beberapa ibu hamil dan ibu memiliki balita di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Penyerahan bantuan ini bertepatan dengan kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Rabu (29/11).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli mengatakan, bantuan ini merupakan program percepatan penurunan stunting yang anggarannya bersumber dari insentif fiskal dengan kriteria penerima masyarakat kurang mampu, ibu hamil dan ibu memiliki balita.
“Bantuannya paket sembako senilai Rp 500 ribu. Sasaran penerimanya ada sebanyak 1.883 kepala keluarga (KK),” kata Plt Kadinkes Provinsi Lampung, Edwin Rusli dalam keterangannya, Rabu (29/11).
Edwin menjelaskan, 1.883 kepala keluarga penerima bantuan paket sembako ini berasal dari 5 kabupaten.
“5 kabupaten ini merupakan daerah rawan stunting yakni Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan dan Pesisir Barat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto menjelaskan, Provinsi Lampung masuk dalam 3 provinsi terbaik di Indonesia dalam penanganan stunting, sehingga pemerintah pusat memberikan penghargaan dalam bentuk dana insentif kepada Provinsi Lampung.
“Untuk itu Lampung mendapatkan penghargaan dalam bentuk dana insentif oleh karena keberhasilan kita menurunkan angka stunting,” kata dia.
Fahrizal menjelaskan, Pemprov Lampung sangat fokus terhadap penurunan angka stunting di Lampung. Karena menurutnya, pencegahan sejak dini sangat penting dilakukan untuk pertumbuhan bayi ke depannya.
“Ini sangat penting sekali. Sebab kalau saat ini masih ada bayi lahir dalam keadaan kurang gizi atau tidak menerima gizi yang cukup maka dikhawatirkan bayi ini pada saat dewasa menjadi kurang sempurna, baik fisiknya maupun kemampuan berfikirnya, sehingga mungkin menjadi kurang produktif,” jelas Fahrizal.
Menurutnya, upaya penurunan angka stunting di Lampung juga menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Pak gubernur meminta agar kita semua mempunyai tanggung jawab bersama. Kalau ada saudara kita yang memerlukan bantuan (stunting) tidak usah menunggu perintah dari pemerintah, lakukan upaya-upaya kepedulian kita, sehingga orang-orang sekitar kita tetap sehat dan bayinya tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Seperti diketahui, dalam penyaluran bantuan berupa paket sembako senilai Rp 500 ribu kepada 1.883 kepala keluarga ini anggaran yang disediakan ada sekitar Rp 1,062 miliar. (Lih/Put)






















Discussion about this post