Lampung Geh, Pringsewu – Seorang kakek berinisial HS (67) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Minggu (19/9).
Sang menantu, Siti (19) pertama kali menemukan HS dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 05.30 WIB.
Kapolsek pagelaran Iptu Hasbulloh mewakili AKBP Hamid Andri Soemantri membenarkan pada Minggu (19/9) pagi, pihaknya telah menerima laporan warga terkait adanya warga Pekon Pamenang yang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
“Korban bernama Hasanudin dan bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan di atas pohon jati,” jelasnya.
Awal mula ditemukannya korban saat menantunya tersebut membuka pintu samping rumah. Siti terkejut melihat ada sesosok tubuh yang tergantung di pohon jati setinggi 3 meter yang berada di depan rumah.
Siti langsung berteriak memanggil suami dan anggota keluarga yang ada di dalam rumah. Ia juga menyampaikan seseorang yang tergantung pada pohon tersebut. Ternyata yang seseorang yang gantung diri adalah HS, tak lain merupakan mertuanya sendiri.
Adanya laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan evakuasi korban dan olah TKP. Hasil proses identifikasi dan pemeriksaan mayat dengan dibantu tenaga medis dari Puskesmas Bumiratu, bahwa pada korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Ciri-ciri khas yang ditemukan adalah bunuh diri.
“Hasil penyelidikan kami, dugaan sementara penyebab korban sampai nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri lantaran tidak kuat menahan sakit menahun yang dideritanya,” terang Hasbullah.
Menurutnya, dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga bahwa selama beberapa tahun belakang ini korban memiliki penyakit asam urat.
“Karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap korban maka jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” tutupnya.






















Discussion about this post