Lampung Geh, Bandar Lampung – Penyekatan di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung menggunakan kawat berduri (barrier wire), LBH Bandar Lampung menilai kebijakan tersebut berlebihan, Rabu (18/8/2021).

Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan mempertanyakan alasan digunakannya kawat berduri tersebut. Ia juga membandingkan dengan Ibu Kota Negara, DKI Jakarta yang hanya menggunakan tanda-tanda lalu lintas.
“Itu apa alasan pakai kawat barrier? Di beberapa daerah, bahkan ibu kota negara dilakukan penyekatan hanya menggunakan tanda-tanda lalu lintas,” kata Chandra Muliawan saat dihubungi Lampung Geh.
Chandra juga menilai penggunaan kawat berduri sebagai alat penyekatan di Kota Bandar Lampung berlebihan, karena menurutnya penggunaan kawat berduri sebagai penanganan saat terjadi huru hara.
“Itu kan kawat berduri atau kawat barrier penggunaannya untuk penanganan huru hara, jadi jangan berlebihan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Ino Harianto menjelaskan dilakukannya penyekatan menggunakan kawat berduri lantaran masyarakat kerap kali menerobos dengan membongkar water barrier pembatas sebelumnya. (*)






















Discussion about this post