Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang Pelajar terluka akibat serangan dari kelompok diduga geng motor di Jalan Mangga, Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Kamis (12/8) pukul 23.30 WIB.
Reski Wijaya (17) warga Jalan Pisang, Gang Garuda III, Pasir Gintung ini harus menderita luka sabetan celurit dan luka dalam akibat pukulan. Bahkan, kelompok yang tidak dikenalnya juga membawa gear motor.
Korban menuturkan, sekelompok pemuda tak dikenal itu juga membawa rantai dan gear motor. “Gear motor itu dikibaskan ke arah saya, sementara temannya yang lain ada yang nimpukin pakai kayu dan batu dan botol,” katanya.
“Mereka nggak ada ngomong apa-apa, cuma bilang waktu lagi gebukin saya mati lo mati lo,” imbuhnya.
Korban menjelaskan pada malam itu ia sedang nongkrong di pinggir jalan (TKP) bersama rekannya. Kemudian sejumlah kelompok geng motor ini mendatanginya.
“Pertama mereka datang boncengan pake 10 motor,” ujar Riski, Sabtu (14/8).
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga sekitar, pada kejadian memang lokasi tersebut nampak ramai. Sehingga warga mengira memang ada dua kelompok diduga geng motor hendak tawuran.
“Tawuran dari mana, saya sama dua teman saya cuma nongkrong di situ. Tiba tiba mereka datang langsung nyerang,” ungkap Riski.
Kapolsek Tanjung Karang Barat Kompol David melalui Kanit Reskrim Iptu Suhaemi mengatakan pihaknya menerima laporan kelompok diduga geng motor tawuran. Sejumlah anggota dikerahkan berikut dipimpin langsung Kapolsek untuk pembubaran kelompok tersebut.
“Saat kami datang, mereka sudah kocar-kacir melarikan diri,” kata Suhaemi.
Menurutnya, laporan dari warga ini hanya adanya sekelompok pemuda yang diduga akan tawuran. Ternyata, pada sore hari pihak kepolisian menerima laporan penyerangan dari sejumlah kelompok diduga geng motor.
“Baru Jumat sore buat laporan terkait tawuran. Untuk laporan sedang dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Selain menerima laporan, Suhaemi mengatakan pihaknya juga menerim rekaman CCTV yang terpasang sekitar. Dimana nampak penyerangan oleh sejumlah pemuda kepada korban.
“Kami juga mempelajari rekaman CCTV, untuk indentifikasi siapa saja pelakunya,” tutup Suhaemi. (*)






















Discussion about this post