Lampung Geh, Bandar Lampung – Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung meminta uji coba sekolah tatap muka terbatas direncanakan secara matang, mulai dari protokol kesehatan hingga vaksinasi tenaga pendidik, Senin (30/8).
Sekretaris Komisi IV DPRD kota Bandar Lampung turut mendukung rencana uji coba sekolah tatap muka terbatas. Namun, pihaknya meminta harus ada rekomendasi, baik pemerintah kota, hingga orang tua siswa.
“Untuk menuju ke sana (sekolah tatap muka) harus ada persiapan, baik dari pemerintah kota atau pun wali murid. Saat ini kita masih PPKM Level 4, mudah-mudahan setelah tanggal 6 September kita keluar dari Level 4,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Namun, meski sudah keluar dari PPKM Level 4, pihaknya tidak ingin pemerintah gegabah memberlakukan kegiatan sekolah tatap muka terbatas. “Kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menyangkut urusan nyawa, terutama para siswa yang notabene adalah generasi penerus bangsa ini,” ungkapnya.
Maka, pemerintah kota dan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, harus melakukan yang terbaik untuk sekolah-sekolah, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. “Dananya dari mana? Bisa dari dana BOS, yang bisa digunakan untuk kegiatan di sekolahi yaitu untuk protokol kesehatan,” jelasnya.
Dia mengatakan sejumlah sekolah di Bandar Lampung telah memenuhi standar protokol kesehatan untuk kegiatan belajar tatap muka. “Maka nanti akan dilakukan uji coba, karena tidak bisa dilakukan sekaligus. Hasilnya seperti apa, jika baik maka Bandar Lampung siap sekolah tatap muka terbatas,” katanya.
Ali Wardana juga menanggapi terkait keterbatasan di Bandar Lampung, dimana masih ada tenaga pendidik yang belum divaksin, serta para siswa yang baru akan divaksin dalam waktu dekat.
“Yang punya datanya Dinas Pendidikan, sekolah mana yang tenaga pendidiknya sudah divaksin, yang belum ya nanti sampai ada vaksin. Kita tahu , bukan tidak mau memvaksin, tapi memang keterangan vaksin kita terbatas,” pungkasnya.






















Discussion about this post