Lampung Geh, Bandar Lampung – Menjelang hari raya Idul Adha, pedagang hewan kurban di Bandar Lampung mengeluh lantaran pembeli kambing sepi, Selasa (5/7).
Sepinya pembeli ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, menurut salah satu pedagang hewan kurban menduga karena faktor ekonomi masyarakat.
Andi (43) salah satu pedagang hewan kurban, di Jalan Untung Suropati, Labuhan Raya, Kedaton, mengatakan hingga H-5 lebaran pembeli hewan kurban sangat jarang.
“Sekarang yang beli lebih jarang, alasannya kurang tau tapi lebih sepi, padahal 4 hari lagi Idul Adha,” katanya kepada Lampung Geh, Selasa (5/7)

Andi menambahkan penjualan tahun ini sangat berbeda dibanding tahun kemarin. “Tahun ini sepi banget mba, buka lapak dari seminggu yang lalu baru kejual kambing enam,” tambahnya
Padahal tahun kemarin, biasanya seminggu sebelum hari raya Idul Adha pembeli membeludak bahkan stok kambing habis terjual.
“Kemarin mah sehari bisa laku sampe lima ekor , kalo sekarang sehari aja kadang gak laku mba,” katanya
Mengenai harga kambing, Andi menjual mulai dari harga Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta. “Kambing kita juga lokal, asli dari Lampung,” imbuhnya.
Disinggung soal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Andi mengatakan itu bukan penyebab sepi pembeli. Menurutnya, PMK lebih menyerang hewan ternak yang besar seperti Sapi.
“Kayaknya kalo PMK nggak, biasanya PMK lebih ke sapi malahan harusnya pembeli lari ke kambing, tapi ini malah sepi,” kata Andi.
Andi optimis H-1 atau H-2 pembeli hewan kurban membeludak.
“Yah semoga nanti pas sehari sebelum lebaran banyak yang beli,” pungkasnya. (*)
—
Penulis: Sintia Yuliana
Editor: Astrid Wendiannisaa






















Discussion about this post