Lampung Geh, Bandar Lampung – Gencarkan vaksinasi COVID-19, 60 ribu dosis vaksin Pfizer ditargetkan selesai dalam empat hari melalui Gebyar Vaksinasi COVID-19 Kota Bandar Lampung, Jumat (8/10).

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana meninjau lokasi Gebyar Vaksinasi COVID-19 di Lapangan Garuda Hitam, Enggal. Kegiatan Gebyar Vaksinasi COVID-19 ini bekerjasama dengan Polresta dan Kodim 0410 Kota Bandar Lampung, yang diperuntukkan bagi warga setempat.

“Hari ini kita lakukan Gebyar Vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat Bandar Lampung, ini gratis. Jadi ikuti arahan dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tidak ada yang diistimewakan, dan jangan takut tidak kebagian, karena stok vaksin kita banyak,” ujar Eva saat memberikan arahan kepada warga yang tengah mengantre vaksinasi.
Pihaknya menargetkan, hari pertama Gebyar Vaksinasi COVID-19 tersebut tercapai 8 ribu orang divaksin. “Jika ini berhasil baik, kita akan tambah lagi besok menjadi 10 ribu. Kita targetkan vaksinasi di Bandar Lampung bulan Desember sudah selesai,” ungkapnya.
Jika target vaksinasi sebanyak 870 ribu tercapai, Eva meyakini Bandar Lampung dapat mencapai zona aman pada Januari mendatang. “Jika sudah divaksin semua, insyaa Allah bulan Januari sudah masuk zona aman,” tandasnya.
Vaksinasi di Bandar Lampung sendiri, lanjut Eva, saat ini sudah mencapai 600 ribu untuk dosis pertama, sekitar 300 ribu untuk dosis kedua. Pelaksanaan vaksinasi juga terus berlangsung di sejumlah titik, mulai dari gerai di Kecamatan, Polres, hingga Kodim 0410.
Di akhir, wali kota kembali mengingatkan agar masyarakat yang sudah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan. “Jangan takut divaksin, karena ini untuk pembentukan imun kita. Dan kalau sudah divaksin, tetap dipakai maskernya, tetap lakukan prokesnya, dan tetap waspada,” pungkasnya.
Edi, salah satu warga Kelurahan Way Dadi, Bandar Lampung mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan vaksinasi. Pasalnya, Edi yang berprofesi sebagai sopir truk ekspedisi antar provinsi seringkali kesulitan karena belum divaksin.
“Karena belum ada sertifikat vaksin, kadang ditanyain pas mau masuk pabrik. Jadi ya nggak bisa bongkar, nggak bisa muat barang. Ini Alhamdulillah sudah vaksin tadi dapat infonya dari tetangga, sangat terbantu buat kita yang memang kegiatannya banyak di jalan,” ungkapnya. (*)






















Discussion about this post