Lampung Geh, Bandar Lampung – Tim Wallet Sat Samapta Polresta Bandar Lampung mengamankan dua orang pemuda saat sedang patroli di Jalan Nusa Indah Sumur Batu, Bandar Lampung, Selasa (5/7) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua pemuda berinisial NZ (23) dan DF (19) itu diamankan lantaran diduga hendak mengantarkan teman perempuannya AZ (16) ke tempat penginapan.
Kasat Samapta Polresta Bandar Lampung, Kompol Suwandi mengatakan, ketiganya diamankan karena mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm.
“Anggota kami memberhentikan mereka, saat dilakukan penggeledahan kami menemukan sajam (senjata tajam) di bagian pinggang NZ,” kata Suwandi kepada Lampung Geh, Selasa (5/7).

Suwandi menambahkan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kedua pemuda tersebut hendak pergi ke sebuah tempat penginapan di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandar Lampung.
Menurut Suwandi, kedua pelaku diduga berperan menawarkan AZ untuk melayani pria hidung belang melalui media sosial. “Dari HP nya kita temukan juga bukti chat open BO. Itu yang menawarkan pelaku DF,” imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan DF, ia mengaku baru satu kali menawarkan AZ melalui aplikasi Michat. “Saya juga baru kenal sama dia dari Facebook,” katanya.
Menurut DF, rencana nya AZ hendak menemui pelanggan di sebuah penginapan di Jalan Wolter Monginsidi. “Karena dia (AZ) butuh duit jadi dia mau saya tawarkan untuk open BO,” kata DF.
DF menyebut tarif open BO sebesar Rp 600 ribu, untuk sekali kencan. “Saya dapat jatah Rp 100 ribu, rencana untuk makan sehari-hari,” kata DF.

Sedangkan NZ mengatakan tidak mengenal AZ. Dia hanya diminta mengantarkan DF dan AZ ke penginapan. “Saya cuma disuruh nganter mereka, kalau soal open BO saya gak tahu,” kata NZ.
Mengenai senjata tajam yang dibawa, NZ mengaku milik temannya. “Itu punya kawan, saya cuma pinjam buat jaga jaga,” kata NZ.
Saat ini, ketiganya telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Bandar Lampung untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk penyelidikan selanjutnya kita serahkan ke Satreskrim Polresta Bandar Lampung,” kata Suwandi. (*)
—
Penulis: Sintia Yuliana
Editor: Astrid Wendiannisaa






















Discussion about this post