Lampung Geh, Bandar Lampung – Pemerintah Kota mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung untuk mengedukasi masyarakat di kecamatan dan kelurahan, terutama yang masih enggan mengikutkan anaknya (usia 6-11 tahun) dalam vaksinasi, Senin (20/12).
“Pemerintah Kota Bandar Lampung berkolaborasi dengan IDI, kita akan keliling ke kecamatan dan kelurahan melakukan pemantauan jalanya vaksinasi anak,” ujar wali kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang tidak mau anaknya divaksin, meski sudah ada izin dari pemerintah pusat untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun. “Karena masih banyak orang tua yang tidak mau anaknya divaksin, terutama usia 6-11 tahun. Kita akan berkolaborasi dengan IDI untuk mengedukasi para ornag tua,” jelasnya.
Vaksiansi anak ini, lanjut Eva, untuk mencegah penularan varian baru COVID-19 z yakni Omicron B.1.1.529. “Terlebih varian baru COVID-19, yaitu Omicron banyak menyerang anak anak dan lansia, maka harus kita cegah sejak dini melalui vaksinasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kota Bandar Lampung dr Khadafi menyambut baik upaya gagasan wali kota untuk memantau langsung pelaksanaan vaksinasi anak di kelurahan dan kecamatan. “Sangat bagus, kita akan keliling dan lihat apa permasalahan di kecamatan, mungkin ada kekurangan alat tenaga dan lainnya nanti akan kita bantu,” katanya
IDI juga akan menurunkan tenaga spesialis dalam pengecekan vaksiansi, terutama bagi sasaran vaksinasi yang memiliki penyakit khusus. “Dari IDI akan kita kerahkan tenaga khusus, misal ada penyakit khusus ya kita akan ada spesialis untuk berperan dalam hal itu,” pungkasnya. (*)





















Discussion about this post