
Lampung Geh, Bandar Lampung – Pihak Sekolah buka suara terkait seorang siswi inisial MA yang diduga dipaksa oleh rekannya untuk melakukan perbuatan asusila.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Oktaviani Dela Sani mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari korban terkait dugaan perundungan tersebut.
“Kemarin itu dari pihak keluarga udah datang, kita sebenernya udah mengali informasi, dari anak-anak yang dia sebutkan sudah kami panggil,” katanya.
Saat anak-anak tersebut panggil, lanjut Oktaviani, mereka mengaku tidak melakukan perundungan tersebut.
“Nah si anak yang diduga melakukan itu cuman bilang ‘bu, si korban itu dia minta tolong saya videoin dia dengan pake bahasa Korea dan terjadilah mereka di videoin gitu’ jadi karena mereka ini mungkin memang anak-anak jahil, yaa ngomongnya agak didesah-desahin gitu,” ucapnya.
Menurut Oktaviani, video itu dibuat pada Selasa (28/12). Setelah video tersebut korban terlihat seperti tidak ada masalah dengan teman-temannya dan mereka masih berteman.
“Setelah video itu juga mereka masih berteman, berubahnya anak ini kan ketika hari Kamis terus Jumatnya dia nggak masuk gitu. Sementara video itu dibuat di hari Selasa, mereka masih berteman biasa masih ketawa-ketawa, itu pengakuan anak-anak,” tuturnya.
Saat ditanyakan apakah pihak sekolah telah memeriksa rekaman CCTV yang berada di kelas, Oktaviani mengaku belum.
“Kami belum cek sih, belum sempet cek CCTV karena hari Sabtu itu kan mendadak dia dateng, udah itu sore itu mereka nyuruh kami dateng, upaya sekolah itu kan, pihak keluarga ngamuk-ngamuk saya bilang ‘pak, ini lembaga pendidikan, nggak boleh, kan anak-anak yang juga bermasalah itu kan juga murid sini, jadi kami juga harus punya kewajiban untuk melindungi mereka,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Oktaviani, pihaknya juga mengeklaim tidak pernah menerima laporan perundungan dari korban. Sehingga sekolah juga tidak mengetahui kejadian yang menimpa korban.
“Selama ini nggak ada laporan, setiap ditanya apakah ada yang ngerjain, dia jawabnya gak ada,” ucapnya.
Sebelumnya, beredar video viral memperlihatkan seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandar Lampung diduga dipaksa melakukan perbuatan asusila oleh rekannya di sekolah.
Dalam video yang diterima Lampung Geh, terlihat siswi yang mengenakan seragam sekolah dipaksa melakukan perbuatan asusila. Kemudian direkam oleh rekannya laki-laki dan disebarluaskan.
Akibat peristiwa tersebut, korban yang diketahui berinisial MA mengalami depresi dan enggan mengikuti pembelajaran di sekolah.
Kakak kandung korban, Citra (24) mengatakan adiknya dipaksa oleh rekannya untuk memperagakan tindakan asusila sejak bulan Juli lalu.
“Adik saya disuruh memeragakan tindakan asusila kemudian di videokan, disaksikan 1 kelas,” katanya.
Tak hanya dipaksa melakukan perbuatan asusila, lanjut Citra, korban juga dipaksa menonton video porno. Bahkan, uang jajan korban juga diambil oleh pelaku. (Yul/Put)






















Discussion about this post