Lampung Geh, Bandar Lampung – KM Lawit, sarana kapal isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 di Provinsi Lampung memiliki fasilitas mulai dari tempat tidur hingga sarana olahraga. Kapal tersebut diperuntukkan bagi pasien COVID-19 tanpa gejala atau OTG, Minggu (22/8).

Untuk diketahui, Kapal Motor (KM) Lawit adalah kapal pelayaran nasional milik PT Pelni dengan rute angkutan penumpang dari Tanjung Mas Semarang, Pontianak, Jakarta, Padang, dan berlabuh di Nias Sumatera Utara. Berdasarkan kapasitasnya, kapal ini dapat mengangkut 500 hingga 1.000 penumpang.

Kini, KM Lawit berada di Pelabuhan Panjang sejak 16 Agustus 2021 lalu. Kapal ini sedang dipersiapkan sebagai sarana isolasi terpusat bagi pasien COVID-19 tanpa gejala di Provinsi Lampung, yang sementara ini untuk tiga wilayah yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Nantinya, pemerintah daerah hanya menyiapkan tenaga kesehatan, karena pendukung lainnya akan disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub. Saat ini, sebanyak 20 tenaga kesehatan disiapkan di kapal tersebut.

Nahkoda KM Lawit Herman Obrein melalui Mualim I Sentot Adi Wibowo mengatakan, secara keseluruhan fasilitas sudah siap, tinggal menunggu persetujuan pemerintah Provinsi Lampung, dalam hal ini Satgas COVID-19. Pihaknya semaksimal mungkin mengatur alur dan memisahkan zona kru kapal dan zona pasien, agar tidak terjadi kontak langsung.

Ada 419 tempat tidur yang telah disiapkan bagi pasien COVID-19, yang terbagi pada dua deck, yakni deck 3 dan deck. Penyusunan tempat tidur antar pasien juga diberi jarak dengan tanda silang. Selain itu, terpasang CCTV di sejumlah bagian untuk memantau pasien.

Kemudian, untuk akses masuk pasien dari pintu belakang deck kemudian menuju kamar. “Jadi benar-benar kita pastikan tidak ada kontak dengan pasien. Tempat tidur juga sudah kita susun sedemikian rupa, yang nanti akan dicek lagi oleh Pemda. Dan secara keseluruhan intinya kita sudah siap,” ujar Sentot Adi Wibowo pada Lampung Geh.

Masing-masing Deck zona khusus pasien juga sudah dilengkapi kamar mandi khusus. Kemudian, terdapat juga fasilitas ibadah yakni musala yang di dalamnya sudah diberi tanda pengatur jarak.

“Musala ini pun khusus untuk zona pasien yang isolasi. ABK dan lainya terpisah, tidak beribadah menggunakan musala ini, jadi tidak ada kontak dengan pasien,” tambahnya.
Di dalam kapal isolasi terpusat KM Lawit juga dilengkapi sarana olahraga yang sedang disiapkan seperti tenis meja, serta ada jalur khusus untuk sekedar berjalan kaki. Sedangkan di Deck paling atas, yakni Deck 7 terdapat tempat terbuka dimana pasien bisa menikmati suasana berjemur atau senam dengan pemandangan laut.
Bagi tenaga kesehatan yang nantinya bertugas di KM Lawit juga sudah disiapkan kamar tersendiri. Setidaknya ada 9 kamar dengan kapasitas masing-masing dua orang yang sudah dilengkapi dua kamar mandi. Tentunya, kamar nakes juga terpisah dari zona pasien.
Lalu, ada ruangan khusus di Deck 4, yaitu untuk petugas darat. Apabila nantinya akan diperbantukkan dari personel Satgas COVID-19 atau pun tinjauan dari pihak terkait, bisa bertolak ke Deck 4 tersebut.
Menurut Mualim I Sentot Adi Wibowo, selama digunakan sebagai tempat isolasi terpusat, KM Lawit akan tetap pada posisi bersandar. Hal ini untuk memudahkan mobilitas, apabila ada pasien yang masuk, atau pun pasokan logistik dan alat kesehatan.
Pihaknya belum mengetahui kapan pastinya KM Lawit akan diisi pasien. Namun secara keseluruhan segala sarana yang dibutuhkan sudah dipersiapkan. “Kalau untuk diisi pasien kita belum mengetahui pastinya, pada prinsipnya kita sudah siap ketika memang akan diisi pasien yang akan isolasi,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan, pasien yang dirawat di KM Lawit nantinya berkoordinasi dengan pihak puskesmas. “Mereka (puksesmas:red) harus memantau jika ada yang positif langsung dikirim ke sini,” katanya.
Menurut Reihana, tenaga kesehatan yang bertugas nantinya terdiri dari dokter dan perawat, serta ahli gizi untuk memantau makanan yang disajikan kepada pasien.
Reihana berharap, dengan kapal isolasi terpusat KM Lawit dapat menjadi tempat isolasi mandiri yang efektif bagi pasien COVID-19 tanpa gejala.
“Ini menghindari masyarakat yang positif COVID-19 untuk tidak isolasi mandiri di rumah. Karena kita takutkan di rumah itu ada orang tua yang rentan dan juga ada anak-anak,” pungkas Reihana. (*)






















Discussion about this post