Lampung Geh, Bandar Lampung – Pasca Kanopi di kios Stadion Mini Way Dadi ambruk pada Jumat (13/8) lalu, sampai saat ini tak kunjung diganti. Beberapa pedagang tutup dan keluhkan sepi pembeli, Senin (16/8).

Sebelumnya diberitakan, kanopi kios pedagang di Stadion Mini Way Dadi, Kecamatan Sukarame, roboh setelah sempat tertimpa ranting pohon, dan kemudian tak kuat menahan beban air saat hujan deras. Akibatnya, kanopi pada 16 bangunan kios ambruk dan dicopot.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan akan segera memperbaikinya. Selain itu, dia menyebut bahwa kanopi sudah cukup kokoh, dan peristiwa tersebut merupakan musibah.
“Kalau bunda lihat sudah cukup kokoh. Tapi namanya juga musibah, tak bisa dihindari. Dan sudah diperbaiki,” katanya pada Sabtu, (14/8).
Sementara itu, berdasarkan pantauan Lampung Geh di lokasi ambruknya kanopi, sejumlah kios masih nampak tutup, sedangkan yang lainnya tetap buka dengan tenda alakadarnya dari terpal.
Eko, salah satu pedagang es dugan mengaku tidak ada pilihan lain, dia tetap membuka dagangannya meski tidak ada tempat teduh seperti kanopi pada saat sebelumnya. Risikonya, pada saat terik matahari akan kepanasan, saat hujan pun akan kehujanan dan menutup dagangannya.
Menurut Eko, hingga saat ini belum ada kabar atau pun tanda-tanda perbaikan kanopi kios yang rusak dan kini telah dicopot.
“Belum ada tanda-tanda (perbaikan), ya dagang aja kita, mau gimana lagi, keadaan lagi sulit. Nggak dagang gimana, dagangan kita busuk,” ujar Eko yang berdagang es dugan di salah satu kios Stadion Mini Way Dadi.
Menurut Eko, tidak ada pemberitahuan dan kepastian kapan kanopi akan dipasang kembali. “Kalau hujan ya kehujanan. Nggak dikasih tau juga kapan dibenerinnya. Kata kawan-kawan kemarin mau langsung diperbaiki, tapi nyatanyasampai sekarang,” jelas Eko
Eko mengeluhkan sepinya pembeli setelah peristiwa tersebut. Terlebih, karena tidak ada naungan atau peneduh untuk para pembeli. “Pasti sangat berpengaruh bagi pembeli, sepi. Dagangan belum tentu laku tapi uang sampah harus tetap bayar. Sampai siang jam 12.00 WIB baru laku 3 biji,” keluhnya.
Eko mengaku, tidak dikenakan sewa kios selama tiga bulan pertama, selanjutnya dikenakan sewa Rp 2 juta per tahun. “Kemungkinan bakal baik lagi. Kalau sekarang ya harapannya segera diperbaiki, biar dagangannya enak, pembeli juga nyaman,” harapnya.(*)






















Discussion about this post