Lampung Geh, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana kembali meninjau pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah. Tinjauan tersebut untuk memastikan pelaksanaan PTM terbatas tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat, Selasa (19/10).

Diketahui, sebanyak 138 SD dan SMP di Bandar Lampung sedang melaksanakan simulasi PTM terbatas di tengah pandemi COVID-19 dan
PPKM Level 2 yang masih diterapkan di Bandar Lampung. Wali Kota Eva Dwiana meninjau pelaksanaan simulasi PTM terbatas di SDN 1 Tanjung Gading, SDN 1 Kampung Sawah, SMPN 31 Bandar Lampung, SMPN 4, dan SMPN 5.
Eva mengatakan, meski sudah memasuki PPKM Level 2 dan bestatus zona kuning, pelaksanaan simulasi PTM harus tetap menerapkan protokol kesehatan. “Protokol kesehatan semua tetap pakai, sekarang audah level 2. Para siswa antusias tatap muka, tapi kita sampaikan untuk tetap prokoes, kita juga beri pengarahan pada kepala sekolahnya.
Meski sudah berjalan lebih dari satu bulan, simulasi PTM terbatas hanya diikuti oleh siswa kelas IX SMP, dan kelas VI untuk tingkat SD. Eva juga meminta para siswa, khususnya kelas IX untuk turut menjadi satgas di lingkungan sekolah. “Jadi kelas IX ini turut jadi Satgas COVID-19, bagi adik kelasnya, teman-temannya, dan juga para guru, saling mengingatkan prokes di sekolah,” kata Eva.
Eva juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin COVID-19 untuk mendatangi gerai vaksinasi. “Ayo vaksin, tidak perlu takut, karena ini untuk kesehatan kita, untuk kekuatan imun tubuh kita, dan jangan dengarkan informasi yang tidak benar (hoaks),” imbaunya.
Eva berharap, simulasi PTM terbatas dapat terus berjalan dengan lancar, sehingga pada Januari 2022 nanti, seluruh sekolah bisa melaksanakan PTM. “Harapan kita, Januari nanti sudah bisa normal kembali, sehingga bisa seluruhnya tatap muka, tapi tetap pakai protokol kesehatan,” harapnya. (*)





















Discussion about this post