
Lampung Geh, Bandar Lampung – Seni Teater Pilgrim #2 “Bunyi Tepukan Sebelah Tangan” resmi dipentaskan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya, Kota Bandar Lampung, Sabtu (4/11) kemarin.
Pilgrim #2 yang dipersembahkan oleh Komunitas Berkat Yakin (Kober) ini disutradarai oleh Ari Pahala Hutabarat.
Petunjuk sandiwara kampung ini membawa penonton untuk merenungkan lagi realita hidup yang sesungguhnya tak melulu soal ekonomi dan memikirkan kembali bagaimana cara menyikapi harapan yang amat tinggi.

“Bahwa, kita jangan melupakan yang sakral dan yang kudus dalam kenyataan hidup kita sehari-hari bahwa dalam kenyataan hidup kita sehari-hari bukan hal hal yang sifatnya duniawi dan material aja, ekonomi semata,” kata Ari Pahala saat ditemui Lampung Geh usai pertunjukkan teater tersebut.
Menurutnya, para pelaku perjalanan kehidupan di dunia ini mulai melupakan hal-hal spiritual. Sehingga ambisi yang bersifat duniawi mulai mencekik masing-masing diri.
“Tapi ada hal-hal yang sifatnya spiritual yang sekarang mulai dilupakan,” ungkapnya.

Dalam pertunjukkan teater, konflik tak pernah lepas dari bagiannya, dalam hal ini adalah tentang harapan.
Penonton akan menemukan bagaimana lika-liku menemukan jawaban, apakah harapan itu ada? namun terhambat dari diri sendiri.
Seperti dalam cuplikan dialog teater saat diucapkan Alexander GB, yang berbunyi: “Soalnya bukan pada ada atau tiadanya jawaban, tapi apa kah kita mau berjalan? Sungguh-sungguh berjalan?”
Pada awalnya, para pelaku sibuk menunggu jawaban yang pasti, namun enggan memilih untuk menemukan jawaban tersebut.
Perbedaan pandangan dalam kelompok membuat konflik menaiki tingkat klimaks, hingga sebagian memilih untuk menyerah.
“Bahwa dalam upaya kita sama-sama semua untuk menemukan keindahan, kebenaran, susah, ada ribut-ribut, ada konflik, ada ketidakcocokan sesama pejalan, puncaknya ketika mereka memutuskan untuk bubar aja jalan masing-masing,” ungkap Ari.
Namun, kesadaran diri masing-masing untuk menemukan keindahan dengan terus berjalan dengan sungguh akan mencapai pada keindahan yang diharapkan sebelumnya.
“Tapi pada akhirnya ada semacam kesadaran baru bahwa kita sama-sama lagi walaupun susah, kita sama-sama ada rasa setia kawan,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Ari Pahala turut berterima kasih kepada para pelaku dan kru yang terlibat, serta penonton yang hadir di lokasi.
“Terima Kasih untuk Kober, semua yang terlibat dalam Pilgrim #2, dan alhamdulillah juga, penonton datang, penuh, dan yang paling penting penonton tertib, hening, bisa menikmati pertunjukan,” pungkasnya. (Ansa/Put)




















Discussion about this post