Lampung Geh, Bandar Lampung – KH Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj terpilih sebagai calon Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-34 NU dalam Sidang Pleno V di GSG Unila. Keduanya menyatakan bersedia menjadi calon ketua umum, Jumat (24/12).

Pemungutan suara dilakukan dengan menukiskan nama calon ketua umum PBNU yang dumulai sekira pukul 03.00 dini hari.

Sidang sempat diskorsing untuk memverifikasi suara peserta yang sah dengan cara menscanning. Berdasarkan pernyataan Moh Mukri yang bertindak sebagai pimpinan sidang Pleno mengatakan, setelah dilakukan verifikasi dihasilkan 560 hak suara yang akan memilih ketua umum PBNU.

Sementara itu diketahui nama-nama calon ketua umum PBNU yaitu Yahya Cholil Staquf, Said Aqil Siradj, As’ad Said Ali, dan satu nama baru Marzuki Mustamar.
Pembukaan dan penghitungan surat suara dimulai setelah subuh tadi, dan dilakukan penghitungan secara manual dengan mencatatnya di papan tulis, disertai saksi yang telah ditentukan.
Berdasarkan penghitungan suara didapatkan hasil, Yahya Cholil Staquf sebanyak 327 suara, Said Aqil Siradj sebanyak 203 suara, As’ad Said Ali sebanyak 17 suara, dan Marzuki Mustamar 2 suara. Dengan demikian ada dua bakal calon yang terpilih menjadi calon ketua umum, yakni Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.
Saat ini akan dilangsungkan pemilihan putaran kedua dengan calon, Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.
Namun, sebelumnya pimpinan sidang menanyakan persetujuan dua calon terpilih, yang dilanjutkan persetujuan oleh Rais ‘Aam.
Dalam pernyataannya, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan kesediaannya menjadi calon Ketua Umum PBNU. “Bismillahirrahmanirrahim saya bersedia menjadi calon ketua umum Nahdlatul Ulama,” ucapnya singkat.”
Dengan ini dan dengan berdasarkan menghargai suara Muktamirin maka saya bersedia menjadi calon ketua umum. Dalam pemilihan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Dua hal yang sangat wajar, fastabiqul Khoirot, apapun hasilnya diterima dengan legowo dalam hati kita. Lanjutkan proses pemilihan, dan saya bersedia menjadi calon ketua umum,” kata Said Aqil Siradj
Selanjutnya, para pimpinan sidang melakukan sowan kepada Rais’Aam, yakni KH Miftachul Akhyar untuk meminta rekomendasi atas dua calon ketum tersebut. (*)






















Discussion about this post