Lampung Geh, Bandar Lampung – Tepat dua tahun menjabat, Rektor Universitas Lampung Prof Karomani memaparkan capaian Unila, mulai dari pendapatan hingga rekor Muri pengukuhan guru besar terbanyak, Kamis (25/11).

Rektor Universitas Lampung, Prof Karomani hari ini tepat 2 tahun menjabat sejak dilantik sebagai rektor pada tanggal 25 November 2019. Dalam refleksi 2 tahun kepemimpinan, Rektor Karomani memeparkan sejumlah progres yang dicapai Unila.
Dia memaparkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unila sempat terpuruk di masa pandemi COVID-19. Penyebabnya, mulai dari penundaan pembayaran UKT hingga mahasiwa mengundurkan diri. Tercatat, PNBP Unila pada tahun 2019 sebesar Rp283.478.375.167, dan menurun pada tahun 2020 menjadi Rp277.838.603.801. Kemudian tercatat pada tahun 2021 PNBP Unila kembali naik menjadi Rp331.465.999.468.
“Di tengah situasi pandemi, semua rektor mengeluh pendapatan kampus menurun rata-rata 40 persen. Penyebabnya mulai dari mahasiswa yang mengundurkan diri dan menunda UKT, angkanya di atas 2000 mahasiswa,” ujar Rektor.
“Akhirnya kemarin dicapai kesepakatan, di samping dana kerjasama yang masuk semakin besar, ditambah juga dengan menaikan kuota penerimaan mahasiswa, dengan tetap memperhatikan rasio jumlah dosen serta fasilitas kampus. Jadi bukan dari menaikan UKT, sehingga terselamatkanlah kita dari situasi sulit itu,” jelas Rektor.
Kemudian melihat penambahan jumlah guru besar di Unila, tercatat pada tahun 2017 menambah 5 guru besar, tahun 2018 tambah 1 guru besar, 2019 tambah 6 guru besar, tahun 2020 tanbah 8 guru besar, dan tahun 2021 tambah 10 guru besar.
Tidak hanya itu, Unila juga berhasil memecahkan Rekor Muri kategori pengukuhan guru besar terbanyak, yakni 15 orang guru besar pada 22 September 2021. “Kita sekarang sedang memproses 30 calon guru besar. Dan kita proyeksikan, tahun 2022 nanti Unila sudah memiliki 100 guru besar,” paparnya.
Unila juga memberikan insentif pengutan prestasi mahasiswa dengan total Rp 764 juta untuk menunjang prestasi mahasiswa.
Selain itu, Unila juga turut berkontribusi terhadap provinsi Lampung dalam ajang PON XX di Papua beberapa waktu yang lalu, dan membawa provinsi Lampung masuk peringkat 10 besar. Ada 46 orang yang membawa nama Unila yang terdiri dari 25 mahasiwa, 6 dosen dan 15 alumni.
Dari segi akreditasi, Unila berhasil mempertahankan akreditasi A hingga 5 tahun ke depan. Akreditasi A Unila yang diperoleh pada tahun 2016 akan swgera gabis masa berlakunya pada 20 Desember 2021.
“Kita kemarin sudah jatuh pada pantauan 2, Unila bertahan pada akreditasi A menuju unggul dan sudah 13 prodi sedang akreditasi internasional. Imtinya Unila terus memperkuat akreditasi, saya minta ketua LP4M segera berbenah untuk meraih akreditasi unggul,” jelas Rektor.
Saat ini, Unila memiliki 118 Program Studi (Prodi) yang terdiri dari 7 Prodi Program S3 (Doktoral), 3 Prodi Profesi, 34 Prodi Program Magister, 61 Prodi Program S1, 1 Prodi Program Spesialis-1, dan 12 Prodi Program Diploma.
Berdasarkan akreditasinya, Rektor Karomani memaparkan bahwa lebih dari 91% Prodi yang ada di Unila sudah terakreditasi A dan B. “Saat ini yang sudah terakreditasi A sebanyak 39 Prodi, akreditasi Baik Sekali 2 Prodi, akreditasi B sebanyak 60 Prodi, akreditasi Baik 9 Prodi, akreditasi C 2 prodi, dan 6 prodi lainya sedang dalam proses,” kata Karomani. (*)






















Discussion about this post