Lampung Geh, Bandar Lampung – BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini banjir rob di lima wilayah pesisir di Lampung.
Masyarakat yang tinggal di pesisir Lampung diharapkan untuk waspada. Namun, tetap tenang, lantaran fenomena ini biasa terjadi tiap bulannya.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Raden Eko Sarjono mengatakan, peringatan ini berlaku pada 13-19 Juni 2022. Ia juga memperingatkan adanya potensi pasang air laut yang lebih tinggi.
“Adanya pasang maksimum tertinggi disertai dengan fenomena Super Full Moon pada tanggal 14 Juni 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut yang lebih signifikan,” kata Eko.
Eko juga mengingatkan masyarakat pesisir dihimbau untuk waspada terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir di beberapa wilayah Lampung.
“Waspada untuk wilayah Pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pesisir Timur Lampung,” ujarnya.
Menurut Eko, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, dan perikanan darat.
Untuk itu, ia menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak dari pasang air laut pada 13-19 Juni 2022.
“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang,” terangnya.
Ditanya soal fenomena banjir rob yang kerap terjadi, Eko mengatakan, tak ada bedanya dengan kondisi-kondisi sebelumnya. Apalagi, peringatan ini sangat biasa diberikan BMKG untuk masyarakat dan stakeholder terkait.
“Sebenarnya tidak banyak yang berubah,” kata Eko.
“Kalau mungkin kemaren masyarakat tidak banyak yang peduli. Sementara sekarang orang sudah mulai peduli, sudah mulai berdampak,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk masyarakat pesisir peringatan ataupun terjadinya banjir rob sudah biasa.
“Kalau yang tinggal di pesisir pasti biasa air naik,” pungkasnya. (*)
—
Penulis: Bella Ibnaty Sardio
Editor: Astrid Wendiannisaa






















Discussion about this post