Lampung Geh, Bandar Lampung – Seorang anak di bawah umur diduga telah dianiaya calon ibu tiri di Perumahan Bilabong Jaya, Susunan Baru, Langkapura, Kota Bandar Lampung.
Anak perempuan tersebut berinisial JS (7), putri bungsu dari Usman warga Natar, Lampung Selatan. Sedangkan, calon ibu tiri atau kekasih sang Ayah berinisial NV (40) warga Perumahan Bilabong.
Berdasarkan keterangan dari Usman, selama Usman bekerja di pertambangan daerah Jambi, JS ikut tinggal bersama NV di Perumahan Bilabong. Usman tak menaruh curiga atau pun khawatir saat meninggalkan JS untuk diurus kekasihnya. Tak disangka, JS mengalami luka sebagian tubuhnya akibat perlakuan dari NV.
“Di kepala mengalami bengkak, di badan memar-memar, paha kanan kiri, wajah bawah deket hidung memar, di tangan luka cakar, dan kaki bekas pukulan kayu,” tutur Usman.
Usman pun belum mengetahui alasan NV menyiksa anak bungsunya. Hanya saja, ketika diperjalanan pulang menuju Lampung, NV tiba-tiba meminta putus.
“Belum tau alesannya selama ini saya nggak tau, anak diurus dia saya posisi kerja. Saya telepon terakhir, dia nelpon saya terakhir itu udah nggak sanggup ngurus anak saya karena ngomongnya alesan saya ga ada kabar,” jelasnya.
Tapi, Usman menjelaskan bukannya tidak ingin mengabarinya. Namun, kondisi tempat kerjanya sangat tidak memungkinkan. “Gak ada kabar karena ga ada sinyal. Posisi saya kerja di tengah hutan di Jambi,” ungkap Usman.
Selama 10 hari, Usman tidak bisa mengabari NV atau pun kerabatnya karena jaringan tersebut. Ia baru bisa menghubungi saat perjalanan pulang menuju Lampung.
“Di tengah jalan (menelpon NV) dia juga bilang nggak sanggup lagi ngurus anak saya,” kata Usman.
“Rencana saya tadinya pulang mau nikah sama dia, jadi dia bubarin saya, mutusin saya,” sambung Usman.
Hubungannya dengan NV berakhir ketika Usman diperjalanan, Usman belum mengetahui apa yang terjadi terhadap anaknya.
“Terjadinya pagi kemarin, saya lihat anak saya tubuhnya memar. Dia nggak mau ngomong, trauma, sekarang dia kayak takut sama orang,” ungkapnya.
Pada akhirnya, JS mau menceritakan kepada sang Ayahnya apa yang diperbuat NV yang dipacari ayahnya sejak 2 tahun lalu.
“Dia akhirnya cerita. Menurut Dia sering dipukul, ditenggelamkan di drum (tong berisi air) ditenggelamkan di kamar mandi,” jelasnya.
“Saya tanyain ‘ya Allah dek badan kamu kenapa memar-memar gini’. Saya liat kepalanya juga benjol. Katanya habis dipukul.
Kaki bekas pukulan kayu juga ada, dia juga bilang dipukul sama kayu,” sambungnya.
Atas kejadian tersebut, Usman melaporkan kepada pihak Polresta Bandar Lampung dan telah melakukan visum di RSUD Abdul Moeloek.
Mengenai hubungan dengan NV, saat ini tidak lagi punya hubungan. Meskipun selama 2 tahun telah dinafkahi lantaran dia juga ngurus JS. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana belum memberikan keterangan apapun.
“Nanti ya, dicek dulu di Unit PPA ya,” kata Devi saat dihubungi Lampung Geh. (*)






















Discussion about this post